KRL Jadi Sasaran Pelemparan Batu, PT KCI Datangi Sejumlah Sekolah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca pintu KRL tujuan Bogor yang pecah terkena lemparan di antara Stasiun Cilebut dan Bogor pada Kamis, 5 Juli 2018. Foto: Dok. PT Kereta Commuterline Indonesia

    Kaca pintu KRL tujuan Bogor yang pecah terkena lemparan di antara Stasiun Cilebut dan Bogor pada Kamis, 5 Juli 2018. Foto: Dok. PT Kereta Commuterline Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta – Kereta rel listrik atau KRL kerap menjadi sasaran pelemparan batu. Peristiwa terakhir terjadi 14 Februari 2019 pada KA 1787/1788 relasi Bogor – Jatinegara di perlintasan rel antara stasiun Pasar Minggu dan Pasar Minggu Baru. Kaca jendela pecah dan satu penumpang mengalami luka ringan lantaran terkena serpihan kaca.

    Baca: Terobos Lintasan Kereta, Pengendara Motor Tewas Dihantam KRL

    Atas insiden itu PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) berencana menggelar sosialisasi secara berkala di sejumlah sekolah di Jakarta. "Sosialisasi dilakukan di sejumlah sekolah yang berdekatan dengan jalur rel," kata Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa, Kamis, 14 Februari 2019. Selain di sekolah, sosialiasi bakal dicanangkan di kelompok-kelompok masyarakat.

    Dalam sosialisasi tersebut, KCI akan memberikan pemaparan dampak aksi vandalisme terhadap penumpang kereta. Tak hanya itu, KCI akan memaparkan kemungkinan terganggunya layanan publik buntut dari insiden tersebut. "PT KCI mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga perjalanan KRL Commuter Line dengan tidak melakukan aksi vandalisme," ujar Eva.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.