Seminar Sungai Citarum: BPK Sindir Ridwan Kamil, Puji Anies

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI mengambil sampah saat melakukan patroli bersih di Kawasan Hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 13 Maret 2018. Dalam enam bulan kedepan, kegiatan tersebut difokuskan pada revitalisasi dan rehabilitasi kawasan hulu yang merupakan rangkaian dari  program Citarum Harum. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Anggota TNI mengambil sampah saat melakukan patroli bersih di Kawasan Hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 13 Maret 2018. Dalam enam bulan kedepan, kegiatan tersebut difokuskan pada revitalisasi dan rehabilitasi kawasan hulu yang merupakan rangkaian dari program Citarum Harum. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun menyindir absennya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam seminar mengenai permasalahan Sungai Citarum, Jawa Barat, yang diadakan oleh BPK.

    Menurut Isma, permasalahan Citarum merupakan hal penting yang seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari orang nomor satu di Jawa Barat itu.

    Baca : Anggaran Kodam Siliwangi untuk Pembenahan Sungai Citarum Habis

    "Kalau memang Gubernur Jabar sudah merasa Citarum harum, kemungkinan tidak perlu merasa hadir di acara ini," kata Isma di Gedung BPK RI, Senin pagi, 18 Januari 2019.

    Isma menerangkan, sebelumnya belum pernah keuangan negara dari BPK IV dan V mengadakan acara bersama untuk membahas mengenai isu lingkungan. Hal ini terjadi, kata dia, karena permasalahan sungai Citarum sudah parah dan menyangkut kepentingan masyarakat banyak.

    "Ini demi kepentingan masyarakat banyak, kami adakan acara ini. Jadi (Ridwan Kamil tak hadir), ya sudah lah," ujar Isma.

    Hari ini BPK mengadakan seminar bertajuk "Membedah Citarum Dari Hulu Hingga ke Jakarta". Seperti diketahui, sungai dengan panjang 600 kilometer itu menjadi salah satu sumber air minum untuk masyarakat Jakarta.

    Acara yang berlangsung di Auditorium BPK itu mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, anggota BPK Isma Yati, dan Mantan Ketua BPK Rizal Djalil sebagai pembicara. Namun, dari empat pembicara itu, hanya Ridwan Kamil yang tak hadir.

    Lebih lanjut, Isma mengapresiasi kehadiran Anies Baswedan dalam diskusi tersebut. Menurut dia, hadirnya Anies menunjukkan perhatiannya terhadap air bersih untuk masyarakat Jakarta.

    Simak pula :
    Ridwan Kamil Bakal Bangun Kampung Sunda di Tepi Sungai Citarum

    Selain itu, menurut Isma, kebijakan Anies dalam permasalahan air di Jakarta kerap dilandasi rekomendasi BPK. Sehingga, rekomendasi dari BPK terhadap permasalahan air di Jakarta sering mendapatkan tindak lanjut dari Pemprov DKI.

    "Saya mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta karena selalu berdiskusi di tengah kesibukan beliau untuk terus menerus menindaklanjuti apa yang harus dilakukan. Ini bukan ngebela-belain," kata dia tentang kehadiran Anies Baswedan di seminar tentang Sungai Citarum tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.