Mayat Pria Gantung Diri Ditemukan di Bawah Jembatan Menteng Dalam

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga melihat mayat pria gantung diri di bawah jembatan Jalan Catur RT2 RW1 Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Februari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Puluhan warga melihat mayat pria gantung diri di bawah jembatan Jalan Catur RT2 RW1 Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Februari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria ditemukan tewas diduga gantung diri di bawah jembatan Jalan Catur RT2 RW1 Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Februari 2019. Pada saat ditemukan, mayat pria itu masih dalam posisi tergantung.   

    Baca: Kronologis Temuan Sopir Taksi Gantung Diri Karena Pinjaman Online

    Ketua RT2 RW1 Menteng Dalam, Dedi Kusnadi mengatakan mayat pria gantung diri tersebut pertama kali ditemukan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Menteng Dalam.

    "Tadi ditemukan saat petugas PPSU mau membersihkan Kali Baru. Petugas melihat di bawah Jembatan Catur ada mayat tergantung," kata Dedi saat ditemui di lokasi kejadian.

    Pria yang mengenakan kaus kuning lengan panjang dan celana panjang coklat itu tergantung dengan leher terjerat kain. Petugas, kata Dedi, menemukan pria tersebut sekitar pukul 08.00.

    Setelah ditemukan, warga langsung melaporkan ke petugas keamanan lingkungan. Menurut Dedi, saat ini belum ada warga yang mengenali mayat pria tersebut.

    "Sekarang masih dalam pemeriksaan polisi," ujarnya. "Tidak tahu itu mayat gantung diri atau dibunuh lalu digantung."

    Baca: Korban Pinjaman Online Janji Temui Istri Sebelum Gantung Diri

    Hingga berita ini dilaporkan, mayat pria gantung diri tersebut masih belum diturunkan. "Polisi masih menunggu proses pemeriksaan dan cara menurunkan mayat itu," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.