Disindir BPK, Ridwan Kamil Dipuji Luhut Soal Sungai Citarum

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mendampingi Presiden Joko Widodo untuk menyaksikan langsung panen raya udang Vaname di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu, 30 Januari 2019. (Foto: Doc. Humas Pemprov Jabar)

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mendampingi Presiden Joko Widodo untuk menyaksikan langsung panen raya udang Vaname di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Rabu, 30 Januari 2019. (Foto: Doc. Humas Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menanggapi pernyataan-pernyataan dari seminar mengenai permasalahan Sungai Citarum yang digelar di Gedung BPK, Senin 18 Februari 2019. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan seminar itu namun tidak dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    Baca berita sebelumnya:
    Citarum Harum Dicurigai Pencitraan Jokowi, Ini Jawab Luhut

    Kehadiran Anies dianggap mencerminkan kepedulian yang diberikan atas sungai yang tercemar berat itu. Anies juga menuai pujian dalam seminar itu karena dianggap selalu memperhatikan rekomendasi BPK dalam kebijakan tentang air bersih.

    Sebaliknya untuk Ridwan Kamil. "Kalau memang Gubernur Jabar sudah merasa Citarum harum, kemungkinan tidak perlu merasa hadir di acara ini," kata Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Isma Yatun dalam seminar.

    Seminar juga menyajikan hasil audit atas program Citarum Harum yang dianggap mengecewakan. Program dianggap tidak berhasil karena tidak menyentuh akar masalah, sehingga terkesan hanya pencitraan Presiden Jokowi.

    Baca berita sebelumnya:
    Seminar Sungai Citarum: BPK Sindir Ridwan Kamil, Puji Anies

    Berbeda dengan audit BPK yang menyebut program itu telah berjalan sejak 2015, Luhut mengatakan Citarum Harum baru dicanangkan Maret 2018. Itu sebabnya dia mempertanyakan bagaimana BPK sudah mengauditnya. "Baru berjalan 11 bulan," kata dia.

    Dari kiri: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyapa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, disaksikan Gubernur Banten Wahidin Halim, sebelum rapat terbatas pengelolaan transportasi Jabodetabek di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2018.  Pembangunan angkutan massal ini meliputi pembangunan; Bus Priority (Busway), LRT (Light Rail Transit), MRT (Mass Rail Transit), dan Angkutan Sungai. TEMPO/Subekti.

    Dari target program selama tujuh tahun ke depan, Luhut juga mengklaim program justru mulai terasa berjalan setelah Ridwan Kamil dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat. “Pertama kali, setelah Pak Gubernur membuat program, siapa berbuat apa dengan jelas, melalui kementerian terkait, beliau (Ridwan Kamil) sebagai Dan Satgas,” kata Luhut.

    Baca:
    Audit Program Citarum Harum, BPK: Hasil Tak Memuaskan

    Luhut memuji Ridwan Kamil bahkan berani memangkas target waktu membenahi Sungai Citarum lebih cepat dari target tujuh tahun. “Tapi kalau rakyat Jawa Barat gak dukung, ya ga sampai juga. Jadi kita semua harus sama-sama,” kata dia di sela gelaran Citarum Expo di Gedung Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa, 19 Februari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.