Selasa, 17 September 2019

Pembunuhan Siswi SMK Bogor, Banyak Saksi Tutup Mulut?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswi SMK Bogor yang tewas, Andriana Yubelia Noven Cahya, dimakamkan di Bandung, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    Siswi SMK Bogor yang tewas, Andriana Yubelia Noven Cahya, dimakamkan di Bandung, Kamis 10 Januari 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Bogor - Polisi mengeluhkan minimnya keterangan yang bisa didapat dalam pemeriksaan saksi-saksi terkait penyelidikan pembunuhan siswi SMK Bogor, Andriana Yubelia Noven, 17 tahun. Sebanyak 28 orang telah dimintai keterangannya sejak peristiwa pembunuhan itu 8 Januari 2019 lalu namun identitas tersangka belum juga terang.

    Baca berita sebelumnya:
    Begini Alat FBI Dibutuhkan Mengusut Pembunuhan Siswi SMK Bogor

    "Peran serta warga memberi keterangan sangat minim, sehingga petugas kami harus kerja keras mengumpulkan data dan informasi untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini," kata Kapolsek Bogor Timur, Komisaris Marsudi Widodo, Rabu 20 Februari 2019.

    Sebanyak 28 saksi itu disebutkannya terdiri dari keluarga Andriana, sekolah yakni SMK Baranangsiang, teman dekat Andriana, pemilik kos yang dihuni Andriana, dan masyarakat sekitar lokasi pembunuhan. Sebelumnya polisi juga sudah mengantongi rekaman kamera CCTV atas peristiwa pembunuhan di gang sepi di Jalan Riau, Bogor Timur, tersebut.

    "Sangat minim keterangan yang bisa kami gali, bahkan sebagian besar saksi yang diperiksa penyidik terkesan tutup mulut saat ditanya seputar korban," kata Marsudi mengungkapkan.

    Baca berita sebelumnya:
    Pembunuhan Siswi SMK Bogor Tak Terungkap, Polisi Minta Bantuan FBI

    Menurut Marsudi, minimnya informasi dan nihil saksi mata di lokasi kejadian menyebabkan penyelidikan tak bisa cepat memberi hasil. Tersisa rekaman kamera CCTV tapi ini pun memiliki gambar kualitas rendah. "Resolusinya kecil sehingga tidak jelas dan tim digital forensik kesulitan mengidentifikasi wajah pelaku," kata dia.

    Andriana adalah siswi Kelas XII SMK Baranangsiang Bogor. Andriana tewas setelah ditusuk seorang pria yang telah menungguinya di sebuah gang dekat rumah kosnya di Jalan Riau, Bogor Timur, sore sepulang sekolah, 8 Januari lalu.

    Baca:
    Pembunuhan Siswi SMK Bogor, Ini Fakta yang Terungkap

    Rekaman kamera CCTV menunjukkan Andriana sempat berusaha bangkit namun tak berhasil. Dia tewas dengan badik masih menancap di dadanya. Sementara pria yang menusuknya lari meniti tangga gang dan menghilang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.