Kecewa dengan Pasangan, PRT Bunuh Bayinya di Hari Valentine

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi

    Ilustrasi bayi

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Seorang perempuan muda asisten atau pembantu rumah tangga di perumahan Arinda, Pondok Aren, Tangerang Selatan, ketahuan telah membunuh bayinya saat Hari Valentine, 14 Februari lalu. Dia mengaku kecewa dengan pasangan yang tidak bertanggung jawab atas kehamilan buah cinta mereka berdua itu.

    Baca:
    Hari Valentine, Ada Buket Mawar Rp 10 Juta di Pasar Rawa Belong

    Pembunuhan itu terungkap setelah asisten rumah tangga lainnya di rumah yang sama mencium bau busuk dari gudang empat hari berselang. Seluruhnya ada empat pembantu atau asisten di rumah itu.

    Setelah dicek, ditemukan sesosok janin sudah tak bernyawa di dalam gudang itu. Laporan langsung dibuat ke kepolisian setempat. "Polisi memeriksa lokasi dan mendapatkan janin atau bayi laki-laki yang baru lahir namun sudah dalam keadaan meninggal," kata Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ferdy Irawan, Rabu 20 Februari 2019.

    Berdasarkan keterangan saksi-saksi, tersusun kronologis bahwa beberapa hari sebelumnya ada asisten rumah tangga yang mengeluh sakit dan mengalami pendarahan. Saat itu, tepat saat Hari Valentine, 14 Februari lalu, si asisten mengaku terjatuh dari tangga.

    Baca:
    Buket Mawar Rp 10 Juta untuk Hari Valentine, Apa Isinya?

    Kecurigaan langsung mengarah kepada LSS (20), asisten rumah tangga yang dimaksud. Tak sulit bagi polisi untuk kemudian mendapatkan pengakuan bahwa jasad janin berasal dari perempuan muda itu. LSS membekap bayinya dengan kain sesaat setelah memaksakannya keluar dari kandungan.

    LSS mengaku melakukannya seorang diri. Termasuk memotong tali pusar menggunakan gunting kuku. "Alasan dari LSS, kecewa dengan pria yang dia sebut suaminya karena tidak bertanggung jawab atas kehamilan itu," kata Ferdy sambil menambahkan, "Yang di maksud suaminya juga masih kami periksa."

    Baca:
    Mahasiswi Ini Ketahuan Buang Bayi di Bekasi

    Saat ini polisi menjerat LSS dengan Pasal 341 KUHP tentang pembunuhan bayi oleh ibunya dan Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. LSS terancam hukuman penjara maksimal selama 15 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.