Anies Baswedan Dijadwalkan Hadiri Munajat 212

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyambut Syekh Doktor Adnan Al Afyouni dari Damaskus, Suriah, di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Jumat, 18 Januari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyambut Syekh Doktor Adnan Al Afyouni dari Damaskus, Suriah, di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Jumat, 18 Januari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dijadwalkan menghadiri Munajat 212 yang diselenggarakan di Monumen Nasional malam ini. "Anies gubernur yang memberi izin dan beliau juga sudah positif mau datang," kata juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, Kamis, 21 Februari 2019.

    Baca: Munajat 212, Begini Pengalihan Lalu Lintas di Sekitar Monas

    Panitia munajat, kata Novel, telah memberikan ruang bagi Anies untuk memberikan sambutan. Anies dijadwalkan memberikan sambutan sekitar pukul 08.40.

    Novel mengatakan, secara umum acara munajat ini bakal diisi dengan ceramah dan doa dari para ulama. Salah satunya adalah Ustad Abdul Shomad. "Kami juga mengharapkan Ustad Arifin Ilham bisa hadir, jika sudah sehat," ujarnya.

    Jamaah yang hadir, kata Novel, dilarang membawa atribut pemilu atau kampenye. Sebab munajat malam ini bukan agenda politik.

    Panitia pun telah memberikan imbauan kepada jamaah yang mau hadir agar tidak membawa atribut partai politik dan sejenisnya. "Acara ini untuk umum. Siapa pun boleh hadir, tapi tidak berkampanye."

    Baca: Polda Metro Jaya Siapkan 12 Ribu Personel untuk Kawal Munajat 212

    Adapun para tamu yang datang Munajat 212 adalah sejumlah ulama dan tokoh PA 212. Novel berharap acara ini berjalan lancar. "Ini murni untuk berdoa untuk keselamatan bangsa dan pemilu diharapkan berjalan lancar."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.