Munajat 212, Rombongan Madura Harap Rakyat Tak Terbelah Politik

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Munajat 212 mulai memadati area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 21 Februari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Peserta Munajat 212 mulai memadati area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, 21 Februari 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Peserta Munajat 212 mulai menempati area depan panggung acara di Monumen Nasional, Kamis, 21 Februari 2019. Salah satunya, Bulan Farida, peserta munajat yang berasal dari Madura, Jawa Timur.

    Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Kerahkan 300 Personel untuk Munajat 212

    Wanita berusia 44 tahun, itu tiba di Jakarta tadi malam bersama 18 anggota keluarganya. "Keluarga saya datang memang ingin ikut munajat malam ini," kata Farida saat ditemui.

    Sebelum tiba di kawasan Monas, Farida berserta keluarganya pergi berziarah ke kawasan Luar Batang, Jakarta Utara. Kedatangannya ke Jakarta sekaligus untuk berwisata religi.

    Ia mengatakan keluarganya bakal langsung pulang ke Sampang, Madura, nanti malam setelah acara munajat selesai. "Kami kebetulan sewa mobik Elf. Jadi bisa langsung pulang nanti malam," ujarnya.

    Dalam munajat ini, ia berdoa agar Indonesia bisa terus berkembang dan rakyatnya makmur. Keluarga Bulan menyatakan akan mengikuti rangkaian acara munajat sampai selesai.

    Bahkan, gerimis yang turun di kawasan Monas tak menyurutkannya pindah dari tempat duduknya. "Kami datang jauh-jauh memang mau melihat dan merasakan langsung acara ini. Jadi hujan tidak masalah, insya Allah keluarga kami kuat," ujarnya.

    Kerabat Bulan, M. Hasan, mengatakan keluarga besarnya sering mendatangi acara kegiatan keagamaan dan ziarah ke makam-makan ulama. "Kami anggap munajat dan ziarah sesuatu yang penting untuk mendekatkan diri kepada Allah."

    Baca juga: Anies Baswedan Dijadwalkan Hadiri Munajat 212

    Selain itu, ia berharap tahun politik ini Indonesia bisa terus aman dan masyarakatnya mau menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa. Rakyat Indonesia, kata peserta Munajat 212, itu berharap jangan sampai terbelah hanya karena berbeda pilihan politik. "Tahun ini semua calon pemimpinnya baik. Jadi siapa pun yang terpilih pasti baik untuk Indonesia," ujarnya. "Jangan sampai berbeda pilihan membuat kita terbelah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?