Anggota DPRD Buru Selatan Dilaporkan Hilang, Ternyata..

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang hilang. Cretedoc.gr

    Ilustrasi orang hilang. Cretedoc.gr

    TEMPO.CO, Jakarta – Seorang anggota DPRD Buru Selatan, Maluku, bernama Sedek Titawael dilaporkan ke Polres Jakarta Pusat karena diduga hilang. Namun belakangan Sedek muncul dan mengaku sengaja memisahkan diri dari rombongan.

    Baca: Anggota DPRD Buru Selatan Hilang di Jakarta, Ini Kata Polisi

    "Ia sudah bertemu keluarganya dan menyambangi kantor Polres Jakarta Pusat jam 13.00 WIB tadi," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tahan Marpaung, Kamis, 21 Februari 2019.

    Tahan mengatakan, anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional itu mengaku hanya menenangkan diri. Sedek sengaja berpisah dari rombongan sesama anggota dewan dan menginap di sebuah hotel di kawasan Mangga Besar selama lebih-kurang enam hari.

    Menurut Tahan, Sedek mengaku terguncang setelah terkena penggantian antar-waktu sehingga kehilangan kursinya di DPRD Buru Selatan. Imbasnya, Sedek merasa pusing, minder, dan perlu waktu menyendiri.

    Tahan menampik adanya kabar penculikan seperti yang diduga sebelumnya. Tahan menyebut kondisi Sedek dalam keadaan sehat dan tak terlihat tertekan.

    Sedek dilaporkan hilang oleh kerabatnya pada 19 Februari 2019. Dari laporan yang masuk, Sedek tak ada kabar sejak 15 Februari. Seorang temannya yang juga anggota dewan, Ma'aruf S, melaporkan Sedek tidak bisa dihubungi hingga hari ini.

    Polisi lalu mengecek hotel tempat Sedek menginap bersama anggota DPRD Buru Selatan, yakni di Hotel Puri In. Dari penyelidikan, Sedek menginap di hotel tersebut sejak 10 Februari dan menghuni kamar nomor 108. Sedek keluar dari hotel itu pada 15 Februari pukul 11.35 WIB dan langsung tak bisa dikontak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.