Pemkot akan Tambah Enam Koridor Bus Trans Tangerang Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah. Tempo/Ayu Cipta

    Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah. Tempo/Ayu Cipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang menargetkan enam koridor bus Trans Tangerang dapat beroperasi pada tahun ini.

    Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan saat ini sudah beroperasi dua koridor, yakni Poris Plawad-Jatake dan Poris Plawad-Cibodas. "Kami targetkan kedepannya enam koridor dapat beroperasi lagi untuk melengkapi yang sudah berjalan dua koridor saat ini," kata dia dalam Musrembang di Cimone, Tangerang pada Kamis, 21 Februari 2019.

    Baca: Polres Tangerang Berlakukan Kanalisasi Sepeda Motor di Daan Mogot

    Arief mengatakan animo masyarakat dalam menggunakan bus Trans Tangerang memang mengalami peningkatan sejak dijalankan pada akhir 2016 untuk koridor I.

    Dalam sebulan, Dinas Perhubungan mencatat ada ribuan penumpang yang merupakan pelajar dan masyarakat umum menggunakan transportasi massal tersebut. Ia menyebut transportasi massal dalam kota adalah bagian dari solusi mengatasi kemacetan yang kini terus dilakukan.

    Baca: Kabupaten Tangerang Kesulitan Bebaskan Jalan Raya Legok-Karawaci

    Arief mengatakan di Tangerang tercatat jumlah angkutan umum sebanyak 1.400 unit sesuai izin yang dikeluarkan. Menurut dia, angkutan umum harus ditata agar bisa terintegrasi menjadi solusi kemacetan.

    Sebab, fungsi transportasi umum adalah memindahkan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi massal perlu disiapkan sarana yang memadai. "Ini yang menjadi tugas kami ke depannya selama lima tahun dalam mengatasi kemacetan dengan menyiapkan sarana transportasi massal yang nyaman dan aman," kata Wali Kota Tangerang Arief.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.