Di Kota Bekasi, Pengatur Lalu Lintas Sudah Bertugas Sejak Subuh

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga bantuan pengatur lalu lintas bertugas mengarahkan kendaraan pemudik di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, 13 Juli 2015. Pada H-4 Lebaran 2015 arus mudik dikawasan Tol Cikarang Utama terpantau lancar dikedua arah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tenaga bantuan pengatur lalu lintas bertugas mengarahkan kendaraan pemudik di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, 13 Juli 2015. Pada H-4 Lebaran 2015 arus mudik dikawasan Tol Cikarang Utama terpantau lancar dikedua arah. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bekasi - Ratusan pengatur lalu lintas di Kota Bekasi mulai menjalankan tugas sejak pukul 05.00. Sebab pada jam itu warga kota telah meninggalkan rumah untuk menuju tempat kerja masing-masing. Imbasnya, kepadatan lalu lintas di kota itu terjadi lebih dini.

    Baca: Setiap Bulan, 10 Ribu Kendaraan Baru Mengaspal di Kota Bekasi

    "Dibandingkan tiga atau lima tahun lalu, jam padat jadi lebih cepat dua jam," kata Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan, Jumat, 22 Februari 2019.

    Lima tahun lalu, kata Johan, warga Kota Bekasi yang bekerja di Jakarta, mulai meninggalkan rumah pada pukul 07.00. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tempat kerja sekitar satu jam.Namun sekarang mereka berangkat kerja minimal dua jam sebelum jam masuk kantor. "Akses utama mereka menggunakan jalan tol," ujar dia.

    Walhasil, selepas salat subuh, jalan-jalan di Bekasi sudah padat. Johan mencontohkan, akses dari Bekasi Utara menuju Jakarta yang melewati Jalan Perjuangan-Summarecon-Jalan Ahmad Yani-Gerbang Tol Bekasi Barat.

    Selain itu, ada jalan baru underpass akses warga dari Bekasi Timur dan Tambun Utara menuju ke Tol Bekasi Timur dan Tol Bekasi Barat. Kepadatan juga terjadi di Jalan Pahlawan-Jalan Joyomartono menuju Tol Bekasi Timur.

    Sedangkan akses yang biasa digunakan pengendara sepeda motor adalah Jalur Kalimalang atau Jalan K.H. Noer Ali serta Jalan I Gusti Ngurah Rai menuju ke Jakarta. Tapi, paling banyak, kata Johan, aktivitas warga Kota Bekasi menuju ke Kabupaten Bekasi yang bekerja di kawasan industri.

    Johan membenarkan jika pertumbuhan kendaraan yang pesat menjadi penyumbang kepadatan di Bekasi. Berdasarkan data Satuan Manunggal Administrasi Satu Atap (Samsat) jumlah kendaraan di Kota Bekasi saat ini mencapai 1.613.317 dengan perbandingan 75 persen roda dua, dan 25 persen roda empat. "Kebutuhan jalan arteri 3.300 kilometer, sedangkan yang ada baru 1.500 kilometer," ujar dia.

    Baca: Dikasihani Karena Macet, Wali Kota Bekasi: Saya Bangga

    Sayuti, pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhum dan HAM) mengatakan setiap hari berangkat kerja dari rumahnya di Rawalumbu pukul 04.30 WIB. "Sampai kantor jam 07.30, itu karena macet di jalan," ujar dia.

    Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Indarto mengatakan telah mengerahkan anak buahnya untuk mengatur lalu lintas sejak dini. Personel yang diturunkan bukan dari satuan lalu lintas saja tetapi melibatkan juga Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara). "Jam lima pagi anggota kami sudah di lapangan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?