Terlibat Pencurian Motor, Anggota TNI AL Gadungan Ditangkap

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian sepeda motor. bennetts.co.uk

    Ilustrasi pencurian sepeda motor. bennetts.co.uk

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Sektor Serang Baru, Kabupaten Bekasi menangkap seorang anggota TNI AL gadungan karena terlibat pencurian sepeda motor di wilayah setempat. Pria berinisial SAB itu kini telah dijebloskan ke sel tahanan akibat perbuatannya.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Ajun Komisaris Besar Rizal Marito mengatakan polisi menangkap SAB di rumah istri mudahnya di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor. Keberadaannya diketahui setelah tersangka terlacak melalui telepon genggam yang dicuri dari rumah milik warga berinisial A di Serang Baru. "Kami masih memburu dua tersangka lainnya," kata Rizal pada Sabtu, 23 Februari 2019.

    Baca: Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Paket Kargo di Bandara Soetta

    Rizal mengatakan pencurian terjadi pada 12 Februari lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Tersangka bersama dua kawannya lebih dulu keliling mencari sepeda motor incaran yang diparkir di teras rumah.

    Sampai di lokasi, kata Rizal, tersangka menggasak sepeda motor jenis Honda Supra Fit B4631 FGH di parkiran. "Tersangka juga mencongkel rumah lalu mengambil dua telepon genggam," ujarnya.

    Setelah mencuri motor, tersangka melarikan diri. Polisi yang mendapatkan laporan segera menyelidiki. Hasilnya, tersangka SAB terlacak bersembunyi di Jonggol.
    Adapun sepeda motor hasil curian disimpan di istri tuanya di Cibarusah. "Di lingkungan keluarga istri mudanya, tersangka mengaku-ngaku sebagai anggota TNI AL," kata Rizal.

    Baca: Pembobolan ATM oleh Teknisinya di Bekasi Terekam Kamera CCTV

    Hal ini diperkuat dengan penemuan seragam dinas Marinir berpangkat Kopral Dua (Kopda), baret, hingga sepatu PDL. Selain seragam itu, kata dia, polisi menyita sebuah sepeda motor, kunci letter T, golok, sebelas pelat nomor kendaraan bermotor.

    Tersangka SAB dijerat dengan pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pencurian dengan pemberatan. Ancamannya hukuman penjara selama tujuh tahun. "Dua tersangka lain sudah diketahui identitasnya, sekarang dalam proses pengejaran," kata Rizal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.