4 Konflik Penghuni Vs Pengelola Apartemen di DKI 3 Tahun Terakhir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan luar Apartemen The Lavande Residence di Tebet, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Penampakan luar Apartemen The Lavande Residence di Tebet, Jakarta Selatan. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -Kisruh antara penghuni, pengelola, dan pengembang apartemen di wilayah DKI Jakarta acap muncul tahun demi tahun. Baru-baru ini, masalah terjadi di Apartemen The Lavande Residance, Jakarta Selatan.  

    Sejumlah penghuni Lavande, yang juga pemilik sertifikat hak milik (SHM), mengaku memperoleh kesewenang-wenangan dari pengurus perhimpunan pemilik dan penghuni satuan rumah susun atau P3SRS. 

    Baca : Ini 98 Komplain Konsumen Soal Perumahan dan Apartemen Temuan YLKI

    Ketua Perkumpulan Warga Apartemen Lavande, Charli Novitriyanto, mengungkap selama tinggal di apartemen itu sejak 2012, ia tak pernah dapat mengakses laporan pertanggung jawaban keuangan apartemen. 

     
    Masalah yang kompleks juga terjadi di Apartemen Kalibata City. Salah seorang warga, Umi Hanik, mengatakan apartemen mereka memiliki dua P3SRS.

    “Ada dualisme kepengurusan,” ujar Umi kepada Tempo, Sabtu, 23 Februari 2019. Salah satu sayap kepengurusan, menurut pengkuan Umi, dibentuk oleh pengembang.

    Sedangkan sayap lainnya oleh penghuni apartemen yang menentang kebijakan-kebijakan P3SRS yang dinilai tak aspiratif. 

     
    Ketua Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia atau APERSSI Ibnu Tadji mengatakan hampir semua rumah susun bermasalah. Persoalan tersebut terjadi lantaran pengelola tidak profesional dan kurang berpihak pada warga. “Kebanyakan pengelola bentukan pengembang,” tuturnya. 
     
    Dihimpun Tempo, berikut ini masalah yang pernah terjadi di sejumlah apartemen di Jakarta, yang melibatkan penghuni, pengelola, dan  P3SRS. 
     
    #1 Apartemen Green Pramuka
    Komika Muhadkly alias Acho telah menempati apartemen Green Pramuka sejak 2014. Selama tinggal, ia merasa banyak hal yang perlu dikritisi soal pengelolaan apartemen itu.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.