Warga Apartemen di Jakarta Kompak Keluhkan Intimidasi P3SRS

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (berbaju batik) saat berdialog dengan warga apartemen Lavande, Jakarta Selatan, Senin malam, 18 Februari 2019. Tempo/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (berbaju batik) saat berdialog dengan warga apartemen Lavande, Jakarta Selatan, Senin malam, 18 Februari 2019. Tempo/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah warga penghuni berbagai apartemen di Jakarta kompak mengeluhkan praktik di Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah susun (P3SRS). Keluhan tumpah dalam acara sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan dan Pengelolaan Rumah Susun Milik pada Sabtu petang, 23 Februari 2019.

    Baca:
    4 Konflik Penghuni Vs Pengelola Apartemen di Jakarta 3 Tahun Terakhir 

    Agus Wandi Tanjung, penghuni Apartemen ITC Roxy Mas, misalnya. Dia mengaku kerap menerima intimidasi dari P3SRS karena mempertanyakan kebijakan yang ditetapkan pengurus. Dia mencontohkan kenaikan tarif iuran pengelolaan lingkungan atau IPL yang dinilainya bisa terjadi tanpa perencanaan. “Mereka ini menaikkan IPL tanpa membicarakan dengan warga,” katanya.

    Di apartemennya itu, Agus mengungkapkan, pengurus mematok IPL sebesar Rp 18 ribu per meter persegi untuk tiap-tiap pemilik unit hunian. Tarif itu naik Rp 2 ribu per meter persegi dari iuran sebelumnya. Sedangkan pemilik rumah toko ditagih Rp 100 ribu per meter persegi.

    Agus mengatakan, tiap kali protes, ia akan memperoleh perundungan dari pengelola apartemen. Misalnya, pemadaman listrik atau air di unitnya.
    Hal yang sama diungkapkan Rusli, warga Apartemen Mediterania Kemayoran. Ia menyinggung buruknya manajemen P3SRS di apartemennya. “P3SRS menaikkan IPL mendadak dan pemberitahuannya hanya melalui pesan WhatsApp,” ucapnya.

    Baca:
    Ini 98 Komplain Konsumen Soal Perumahan dan Apartemen Temuan YLKI

    Rusli mengisahkan, pengumuman tarif IPL naik Rp 2000 per meter persegi disiarkan pada 23 Desember. Sedangkan penerapan tarif baru tersebut dilakukan pada 1 Januari. Artinya, warga hanya memiliki waktu satu pekan untuk menyiapkan biaya tambahan untuk IPL-nya. “Saya sudah protes, tapi direspons kurang menyenangkan,” kata dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.