Hari Peduli Sampah, 1,2 Ton Sampah Diangkut dari Ciliwung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto refleksi sampah yang menumpuk di aliran Sungai Ciliwung, Jakarta, 20 Mei 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Foto refleksi sampah yang menumpuk di aliran Sungai Ciliwung, Jakarta, 20 Mei 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Depok - Kegiatan Komunitas Ciliwung Depok (KCD) dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional berhasil mengangkat 1,2 ton sampah di kolong Jembatan Grand Depok City. Sekitar 150 orang relawan terlibat dalam kegiatan "Bebenah Ciliwung" yang digelar Ahad, 24 Februari 2019.

    Baca: Hari Peduli Sampah Nasional, Warga Jakarta Diajak Kurangi Plastik

    "Sebanyak 1,2 ton sampah Sungai Ciliwung berhasil dibersihkan," ujar Ketua KCD Taufik D. Golek kepada Tempo, Senin, 25 Februari 2019.

     
    Selain operasi bersih sampah yang dikenal dengan Bebenah Ciliwung (BC) itu, juga dilakukan perawatan tanaman sempadan sungai. KCD juga mengadakan kegiatan ecobrick yaitu memasukkan sampah ke dalam botol bekas air minum kemasan. "Untuk dijadikan benda lain yang bermanfaat lagi."
     
    Ia menjelaskan sampah dari hulu sungai yang dikumpulkan relawan ke dalam kantong sampah akan dilarung. Sampah itu akan dievakuasi ke atas jembatan menggunakan katrol milik kendaraan para offroader.

    "Sampah itu kemudian dimuat ke dalam truk angkutan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok," ujarnya.

     
    Ketua panitia Bebenah Ciliwung, Arung Adhan memberikan saran kepada pemerintah kota Depok agar memiliki peralatan pengolahan sampah dari kali maupun sungai. Berdasarkan pengalaman melakukan operasi sampah pada beberapa titik di aliran Ciliwung, sampah sungai sulit dipilah karena telah hancur dan menyatu. 

    Ardhan menyarankan sampah sungai tersebut tak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Sampah yang dibuang masyarakat itu kebanyakan sudah rusak dan menyatu, tidak bisa diurai lagi."    

    Sampah itu umumnya terdiri atas popok, pakaian, kantong plastik, tali atau tambang, styrofoam hingga lembaran karet.

    Pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang hadir dalam kegiatan Bebenah Ciliwung menargetkan 100 persen sampah terkelola pada tahun 2025.

    "Artinya penanganan  pengelolaan  sampah hingga tahap akhir serta pengurangan  sampah," ujar Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3, Sinta Saptarina di Daerah Aliran Sungai Ciliwung, Depok, Ahad, 24 Februari 2019.

    Baca: Setiap Hari Kota Depok Hanya Sanggup Kelola 900 Ton Sampah

     
    Menurut dia, 70 persen sampah di tahun 2025 sudah bisa dikelola sampai tuntas di tempat pembuangan akhir (TPA). Sisanya yang 30 persen itu sudah harus direduksi produksi sampah. "Nah masyarakat bagian penting dari pengurangan," ujarnya. "Jadi pengurangan itu sangat  baik kalau dari hulunya."

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.