Anies Baswedan Rotasi 1.100 Pejabat DKI Sore Ini, Termasuk Lurah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait pengambilalihan pengelolaan air dari pihak swasta, di Balai Kota, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019. Menurut Anies pengambilalihan akses air sekaligus mengoreksi kebijakan yang dibuat pada masa Orde Baru tepatnya pada 1997 dan juga kinerja mitra swasta tidak mencapai target dalam melayani masyarakat selama 20 tahun berjalan. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan dalam konferensi pers terkait pengambilalihan pengelolaan air dari pihak swasta, di Balai Kota, Jakarta, Senin, 11 Februari 2019. Menurut Anies pengambilalihan akses air sekaligus mengoreksi kebijakan yang dibuat pada masa Orde Baru tepatnya pada 1997 dan juga kinerja mitra swasta tidak mencapai target dalam melayani masyarakat selama 20 tahun berjalan. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan merotasi 1.100 pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada sore ini, Senin, 25 Februari 2019. Rotasi tersebut akan melingkupi pejabat eselon II, III, dan IV atau kepala dinas, lurah, hingga camat. 

    Baca: Pungli Sertifikat Gratis Jokowi, Anies Baswedan: Akan Ada Rotasi Lurah

    "Jadi, nanti akan ada rotasi besar-besaran. Ini bagian dari penyegaran. Bagi organisasi, figur-figur baru diharapkan membawa suasana baru di tiap unit-unitnya," ujar Anies di Monas, Jakarta Pusat, Senin, 25 Februari 2019. 

    Anies menjelaskan pada rotasi kali ini, sejumlah pejabat akan dimutasi, ada yang mendapat promosi, dan ada juga yang demosi. Ia berharap melalui rotasi ini, para pejabat di tempat barunya dapat menambah pengalaman dan menambah kompetensinya. 

    "Sehingga tidak hanya bekerja di sektor-sektor, di tempat-tempat yang sama, tapi ada pengalaman baru," ujar Anies. 

    Sebelumnya, Anies telah menjanjikan pihaknya akan melakukan rotasi. Menurut dia, pejabat yang mendapat rotasi menyesuaikan dengan kinerja mereka saat menjabat. 

    Baca: Anies Baswedan: Apartemen Selama Ini Seperti Hukum Rimba

    Namun, Anies Baswedan tak menjelaskan alasan spesifiknya melakukan rotasi besar-besaran kali ini. Ia juga tak menyebut apakah rotasi disebabkan adanya pungutan liar (pungli) sertifikat gratis Jokowi yang diduga dilakukan oleh oknum lurah di program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.