Pengoperasian Diundur, LRT Jakarta Masih Tunggu Hal-Hal Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Taman Mini, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Pembangunan terus dikebut karena pada Juni 2019, uji coba kereta pertama akan mulai dilakukan. TEMPO/Tony Hartawan

    Pekerja menyelesaikan pembangunanstasiun kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) di kawasan Taman Mini, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019. Pembangunan terus dikebut karena pada Juni 2019, uji coba kereta pertama akan mulai dilakukan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Light Rail Transit atau LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan pihaknya masih menunggu sejumlah perizinan dan pengujuan sampai kereta LRT bisa dioperasikan secara komersial. Mulanya, kereta ini bakal beroperasi bulan ini.

    "Pak Menhub (Budi Karya Sumadi) sudah menargetkan akhir bulan depan semua sudah selesai, baik proses perijinan maupun pengujian,” kata Allan di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 25 Februari 2019.

    Baca: Sebulan Lagi Beroperasi, Ini Jalur LRT Kelapa Gading - Velodrome

    Allan menjelaskan saat ini pihaknya masih menunggu rampungnya proses pengujian pra sarana, sertifikasi, finalisasi dokumen SOP, serta rekomendasi teknis dari Kementerian Perhubungan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendapat izin uji operasi. Menurut dia, pengujian pra sarana yang terdiri dari jalur, bangunan, serta fasilitas operasi seperti sinyal, depo, dan listrik, akan dikebut selama sepekan ke depan.

    Selain itu, kata Allan, sertifikasi terhadap delapan kereta LRT telah rampung. Mereka masih menunggu sertifikasi untuk delapan kereta lanjutan. “Untuk kereta lanjutan itu Berita Acara Pengujiannya sudah rampung. Tidak ada masalah. Tinggal menunggu sertifikatnya keluar,” ujarnya.

    Allan mengatakan pihaknya juga masih menunggu keluarnya tarif yang saat ini tengah dibahas oleh tim perumus bersama Pemprov dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Nantinya, kata dia, Pemprov yang berhak menetapkan dan mengumumkan besaran tarif itu. “Kami menunggu pengumuman dari Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.

    Baca: Menteri Budi Karya Optimistis LRT Jakarta Beroperasi Maret 2019

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengatakan LRT Jakarta akan beroperasi akhir Maret nanti. Penyelesaian pembangunan LRT Jakarta per 21 Februari kemarin secara keseluruhan sudah mencapai 99,4 persen. Dia menuturkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengembangnya dan perkiraan selesai pada pertengahan Maret 2019. “Setelah itu kami sertifikasi. Sertifikasi sekitar 1 - 2 minggu selesai,” kata dia.

    Kereta LRT Jakarta ini memiliki panjang lintasan sekitar 5,7 kilometer dari Kelapa Gading-Velodrome. Kereta ini memiliki lima stasiun elevated atau layang, yakni Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur. Pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading - Velodrome dibiayai sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.