Dimutasi Karena Sertifikat Jokowi, Lurah: Saya Jadi Terkenal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga RT 01, RW 05, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Joe Toan Toan, 69 tahun, menunjukkan tangkapan layar (screen shot) sertifikat tanahnya, Jumat 8 Februari 2019, yang saat ini masih ditahan oleh pokmas atau kelompok masyarakat. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Warga RT 01, RW 05, Grogol Utara, Jakarta Selatan, Joe Toan Toan, 69 tahun, menunjukkan tangkapan layar (screen shot) sertifikat tanahnya, Jumat 8 Februari 2019, yang saat ini masih ditahan oleh pokmas atau kelompok masyarakat. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sempat diperiksa karena kasus pungli sertifikat gratis Jokowi, Lurah Grogol Utara Jumadi masuk dalam daftar mutasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kemarin, Anies melakukan perombakan besar-besaran hingga 1.125 pejabat DKI, termasuk puluhan lurah.

    Baca: Heboh Kasus Sertifikat Gratis Jokowi, Anies Mutasi Lurah Jumadi    

    Jumadi diduga dipindah setelah isu adanya pungutan liar atau pungli  sertifikat gratis Jokowi di wilayahnya.  

    Siang ini, Jumadi sudah tak berkantor di Kelurahan Grogol Utara. Ruangan yang biasa dipakai Jumadi terlihat kosong. Sejumlah pegawai kelurahan mengatakan Jumadi sudah tak berkantor di sana.

    "Mulai hari ini pindah, tapi enggak tahu kemana," kata seorang perempuan petugas kelurahan, Selasa siang, 26 Februari 2019. Perempuan yang enggan disebut namanya itu mengatakan Jumadi resmi tak menjadi lurah setelah seremoni kemarin.

    Saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumadi membenarkan pemindahannya. Ia mengatakan akan menjabat sebagai lurah Kelurahan Duren Tiga.

    Jumadi menduga mutasi tersebut terkait isu pungli sertifikat tanah oleh sejumlah oknum di Kelurahan Grogol Utara. "Gara-gara berita-berita itu. Ya, tidak apa-apa. Saya jadi terkenal," ujarnya.

    Isu sertifikat tanah bermula dari aduan seorang warga bernama Naneh, 60 tahun. Naneh mengatakan dimintai uang untuk pembuatan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Rp 3 juta. Padahal, program itu gratis.

    Ihwal pemindahan Jumadi, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah mengatakan mutasi adalah hal biasa. Ia membantah bila Jumadi dimutasi karena pungli sertifikat tanah.

    Menurut Marullah, pihak inspektorat telah melakukan investigasi terhadap kasus itu. Adapun Jumadi terbukti tak menerima aliran dana pungli dari oknum. Marullah mengatakan Jumadi akan memperoleh tantangan baru di tempat yang anyar.

    "Tidak cuma Lurah Grogol Utara. Ada banyak yang dipindah," ujar Marullah melalui sambungan telepon. Menurut Marullah, Anies memutasi sekitar 20 lurah di Jakarta Selatan. 

    Sepekan sebelum memutasi Jumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah berkata akan merotasi sejumlah lurah. Pernyataan itu disampaikan Anies ketika ditanya soal sanksi praktik pungli dalam pembuatan sertifikat tanah di program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap PTSL atau program sertifikat gratis Jokowi.

    Baca: Pungli Sertifikat Gratis Jokowi, Anies: Akan Ada Rotasi Lurah

    Laporan pungli sertifikat gratis Jokowi itu juga telah sampai kepada Anies.
    "Nanti akan ada, semua ada dalam catatan, ada yang karena kinerjanya baik dipromosikan, ada yang karena kinerjanya tidak baik, ada demosi," ujar Anies di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Februari 2019.Menurut Anies, rotasi lurah merupakan hal yang biasa dalam organisasi. Rotasi pun dilakukan berdasarkan catatan kinerja itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.