Jaksa Yakin Bisa Membuktikan Ratna Sarumpaet Bersalah

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus penyebaran berita hoax Ratna Sarumpaet dikawal saat pelimpahan berkas tahap dua di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. Akibat menyebar hoax pengeroyokan itu, Ratna Sarumpaet dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tersangka kasus penyebaran berita hoax Ratna Sarumpaet dikawal saat pelimpahan berkas tahap dua di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019. Akibat menyebar hoax pengeroyokan itu, Ratna Sarumpaet dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) meyakini tersangka Ratna Sarumpaet bersalah terkait dugaan tindak pidana ujaran kebohongan melalui media massa. "Mesti optimistis karena dakwaan sudab lengkap," kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Supardi di Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019.

    Baca: Pengacara Sebut Ratna Sarumpaet Tak Sabar Jalani Sidang Perdana

    Kejaksaan tidak memiliki persiapan khusus menjelang sidang perdana perkara ini. Sebab, kata Supardi, kasus yang Ratna ini tergolong perkara biasa. Jaksa yang menangani perkara ini adalah Arya Wicaksana, Sarwoto, Donny M Sany, dan Las Maria Siregar.

    Desmihardi, anggota tim pengacara Ratna, mengatakan kliennya sudah siap menghadapi sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis ini. Tim pengacara juga sudah mendapat berkas dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum. “Isi dakwaan, sama dengan yang disangkakan oleh kepolisian,” kata Desmiardi.

    Dalam kasus ini, polisi menjerat Ratna menggunakan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Adapun ancaman hukuman maksimal yang dikenakan kepada Ratna adalah 10 tahun penjara.

    Baca: Ini Kata Pengacara Ratna Sarumpaet Menjelang Sidang Perdana

    Desmihardi mengatakan tim pengacara juga telah menerima berkas perkara dari JPU. Ia menjelaskan, berkas itu memuat keterangan dari pemeriksaan 31 orang saksi, 10 ahli, serta satu orang saksi yang diajukan tim pengacara Ratna Sarumpaet.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.