KPAI Dalami Video Viral Anak SD Nyanyikan Yel-yel Capres

Dua pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, melepas burung merpati sebagai tanda Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendalami video viral anak SD menyanyikan dan mengacungkan jari mendukung capres tertentu. Saat ini belum diketahui di mana lokasi dan siapa perekam video berdurasi 0,29 detik yang viral di media sosial itu.

Baca: Polisi Kelapa Gading Usut Video Viral Anak Ditendang Pria Dewasa

 
"KPAI sedang melakukan kajian terhadap video tersebut termasuk berkoordinasi dengan tim cyber Polri untuk melacak lokasi pembuatan video tersebut," ujar Komisioner KPAI Jasra Putra saat dihubungi, Rabu, 27 Februari 2019.
 
Ia menyayangkan masih terjadinya pelibatan penyalahgunaan anak dalam politik. Padahal Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 15 menegaskan bahwa anak memiliki hak perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik.
 
"Mengajak anak untuk mendukung salah satu paslon capres sebagaimana video yang beredar adalah upaya mengabaikan hak-hak perlindungan anak, " ungkap dia.
 
Hak perlindungan anak, kata Jasra, agar anak-anak tidak menjadi sasaran bully dan bentuk-bentuk perdebatan pro dan kontra oleh pendukung yang berbeda.

Hasil kajian terkait video diduga siswa SD itu, akan digunakan sebagai dasar KPAI memanggil pihak sekolah untuk melakukan klarifikasi. "Kenapa sekolah tidak bisa menjaga  agar kampanye steril dari sekolah?"

 
Selanjutnya KPAI akan membawa hasil kajian dan klarifikasi tersebut kepada Bawaslu. "Untuk mengambil langkah-langkah sesuai dengan kewenangan yang diamanatkan dalam undang-undang Pemilu," kata Jasra. 
 
Menurut dia dari pantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh KPAI sepanjang 2019, kasus pelibatan anak dalam politik mengalami peningkatan. Ada sekitar 18 aduan yang masuk, 5 kasus pelibatan anak dalam politik oleh jaringan timses atau timses Capres dan Cawapres, 13 kasus pelibatan penyalahgunaan oleh partai politik nasional dengan berbagai bentuk pelibatan, mulai membawa bendera partai, memakai atribut partai, sampai memasang bendera partai politik.

Baca: Video Viral Anak Kecil Ditendang, Pelaku Belum Mau Diperiksa

Merespons video viral anak SD menyanyikan yel capres tersebut, KPAI mengimbau timses kedua paslon untuk tidak melibatkan anak-anak dalam kampanye Pilpres 2019. "KPAI meminta timses nomor urut 01 dan 02, caleg termasuk keluarga untuk menghentikan pelibatan dan penyalahgunaan anak dalam  politik termasuk upaya-upaya pencegahan," tutur dia.






Panitia Musyawarah Rakyat di Semarang Menyayangkan Ganjar Pranowo Tak Hadir

13 jam lalu

Panitia Musyawarah Rakyat di Semarang Menyayangkan Ganjar Pranowo Tak Hadir

Namun Ketua Panitia Musyawarah Rakyat memaklumi bila ketidakhadiran Ganjar Pranowo itu karena alasan politik.


Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

21 jam lalu

Soal Capres dan Cawapres KIR, PKB: Diumumkan Sebelum Ramadan

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebutkan capres dan cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Raya (KIR) rencananya akan diumumkan sebelum Ramadan.


Bergabung ke Golkar, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Berambisi Jadi Capres atau Cawapres

1 hari lalu

Bergabung ke Golkar, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Berambisi Jadi Capres atau Cawapres

Ridwan Kamil menegaskan tidak berambisi menjadi capres maupun cawapres pada Pilpres 2024.


Bertandang ke Solo, Anies Baswedan Diskusi dengan Seniman Pedalangan

3 hari lalu

Bertandang ke Solo, Anies Baswedan Diskusi dengan Seniman Pedalangan

Anies Baswedan diketahui sebagai pembina Komunitas Pelestari Seni Budaya Nusantara (KPSBN).


PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

3 hari lalu

PKB Sebut Maret Jadi Batas Waktu Penentuan Capres-Cawapres Koalisi KIR

Jazilul Fawaid mengatakan PKB bersama Partai Gerindra punya limitasi untuk menentukan capres dan cawapres pada Maret 2023


4 Fakta Terbaru Koalisi Perubahan Bakal Usung Anies Baswedan Jadi Capres

5 hari lalu

4 Fakta Terbaru Koalisi Perubahan Bakal Usung Anies Baswedan Jadi Capres

Sohibul Iman mengungkapkan PKS akhirnya secara resmi memberikan dukungan ke Anies Baswedan soal pencapresan. Apa saja update terbarunya?


Jokowi dan Nadem Renggang Gara-gara Capres

6 hari lalu

Jokowi dan Nadem Renggang Gara-gara Capres

Hubungan Presiden Jokowi dengan Partai NasDem merenggang setelah ketua umum partai itu, Surya Paloh, mengumumkan Anies sebagai capres 2024.


PPP Jawa Tengah akan Bawa Nama Sandiaga Uno ke Forum KIB

7 hari lalu

PPP Jawa Tengah akan Bawa Nama Sandiaga Uno ke Forum KIB

Sandiaga Uno mengunjungi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan di Kota Semarang bersama pengurus pusat PPP.


Soal Kapan PKS Nyatakan Dukungan Resmi ke Anies, Ini Jawaban Sohibul Iman

7 hari lalu

Soal Kapan PKS Nyatakan Dukungan Resmi ke Anies, Ini Jawaban Sohibul Iman

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Shohibul Iman menjelaskan alasan di balik sikap PKS belum melakukan deklarasi terbuka mendukung Anies Baswedan


Mitra Koalisi Perubahan Gelar Pertemuan, Anies: Siap Bergerak Bersama

8 hari lalu

Mitra Koalisi Perubahan Gelar Pertemuan, Anies: Siap Bergerak Bersama

PKS, Nasdem dan Demokrat melakukan pertemuan rutin di rumah Anies membahas berbagai progres mitra koalisi.