Revitalisasi 3 JPO di Sudirman Pakai Dana Swasta Rp 53 Miliar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengerjaan revitalisasi JPO Bundaran Senayan di depan Mall Ratu Plaza, Jakarta, Senin 17 Desember 2018. Revitalisasi ketiga JPO di Jalan Jendral Sudirman tepatnya JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundaran Senayan hingga kini masih dalam tahap pengerjaan, rencananya akan selesai sebelum perayaan Tahun Baru 2018. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Pekerja melakukan pengerjaan revitalisasi JPO Bundaran Senayan di depan Mall Ratu Plaza, Jakarta, Senin 17 Desember 2018. Revitalisasi ketiga JPO di Jalan Jendral Sudirman tepatnya JPO Polda Metro Jaya, JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundaran Senayan hingga kini masih dalam tahap pengerjaan, rencananya akan selesai sebelum perayaan Tahun Baru 2018. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Revitalisasi tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta telah rampung. Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho mengatakan revitalisasi itu juga menggunakan anggaran dari swasta senilai Rp 53 miliar.

    Adapun anggarannya memakai dana koefisien lantai bangunan (KLB) dari PT Permadani Khatulistiwa Nusantara. "Tentunya kalau ada KLB itu lumayan. Fungsinya untuk masyarakat ada, tapi tidak membebani dari APBD," kata Hari di lokasi JPO Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.

    Baca: Anies Resmikan JPO Kekinian di Area Sudirman, Baru 2 Bisa Dipakai

    Ketiga JPO yang sudah selesai direvitalisasi adalah JPO GBK, Bundaran Senayan, dan Polda Metro Jaya.

    Menurut Hari, ada juga pembangunan atau revitalisasi JPO yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI. Namun, tiga JPO ini memakai uang KLB agar tak membebani APBD milik Dinas Bina Marga. "Kan tidak semua membangun JPO. APBD itu dibikin untuk yang lain-lain juga," ujarnya.

    Baca: Anies Resmikan JPO Kekinian di Area Sudirman, Baru 2 Bisa Dipakai

    Dengan menggunakan dana KLB, kata Hari, pihak swasta yang menangani perencanaan, pengawasan, dan pembangunan JPO. Perencanaan mulai dari pembuatan desain diusulkan oleh PT Permadani Khatulistiwa Nusantara. "Kita hanya pengendali teknis, manakala kok desainnya kurang bagus kita arahkan," ujarya.

    Adapun revitalisasi ketiga JPO dimulai tahun lalu. Hari menyebut JPO eksisting dibongkar pada Oktober 2018. Rata-rata panjang JPO adalah 65 meter dengan lebar 2 meter. Desain ketiga JPO pun dibuat berbeda dari jembatan pada umumnya. Ada lampu warna-warni yang bakal menerangi JPO pada malam hari.

    Hari ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan tiga JPO tersebut. JPO Bundaran Senayan dan GBK dapat dipakai warga mulai hari ini pukul 12.00 WIB. Namun JPO Polda Metro Jaya belum bisa dipakai lantaran masih ada pengerjaan di sisi trotoar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.