Untuk Atasi Street Crime, Ini Saran Kapolda untuk Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 4 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 4 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat peraturan yang mewajibkan pemilik bangunan di pinggir jalan memasang kamera pengintai alias CCTV. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Balai Kota DKI Jakarta pada 4 Februari 2019.

    Baca: Temui Anies, Kapolda Metro Jaya Bahas Kondisi Keamanan Jakarta

    Gatot menjelaskan, kamera pengintai itu harus dipasang mengarah ke jalan raya. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kejahatan jalanan. "Pemasangan CCTV itu adalah langkah preventif. Kalau masyarakat sudah tahu semua (ada CCTV di jalanan) akan meminimalisir perbuatan street crime," kata Gatot, Selasa, 4 Maret 2019.

    Kepada Anies, Gatot menceritakan pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Saat itu, saran dia soal pemasangan CCTV bagi pemilik bangunan di pinggir jalan terealisasi. Setiap bangunan, kata Gatot, setidaknya memasang dua CCTV yang mengarah ke jalanan.

    Spesifikasi CCTV yang harus dipasang pun diatur. Misalnya, kata dia, dapat merekam gambar dengan jelas dan tajam. Dengan begitu jika terjadi sebuah kasus polisi akan lebih mudah mengidentifikasi siapa pelakunya. Selain itu, baik pemerintah daerah maupun polri dapat mengurangi pengeluaran biaya untuk pemasangan CCTV di pinggir jalan. "Kalau Polri mengadakan sendiri itu biayanya besar. Satu titik saja bayar bandwidth-nya hampir Rp 4 juta," ucap dia.

    Menurut Gatot, Anies memberikan tanggapan yang positif dan akan mempelajari sarannya. Gatot juga mengatakan dirinya telah mengutus Kepala Bidang Teknologi dan Informasi serta Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya untuk berdiskusi dengan staf dari pemerintah daerah soal regulasi dan penerapannya.

    Kunjungan Gatot ke Balai Kota DKI Jakarta awal Februari 2019 lalu dalam rangka silaturahmi sebagai pejabat baru. Dirinya yang baru dilantik sebagai Kapolda Metro Jaya pada 25 Januari 2019 menggantikan Inspektur Jenderal Idham Azis yang naik jabatan menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

    Baca: Sambut Kapolda Metro Jaya yang Baru, Anies: Aman Jakarta

    Anies Baswedan mereka terhormat dengan kunjungan Gatot Eddy Pramono itu. Ia siap menjalin kerja sama dengan kepolisian dalam mewujudkan Jakarta aman dan damai menjelang Pemilu 2019. "Kegiatan perekonomian, kegiatan sosial, politik, dan kegiatan kerja sama ini akan terus kami jalin dan tingkatkan," ujar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.