Ketua DPRD Tolak Jual Saham Bir, Anies Baswedan Ambil Langkah Ini

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan), menjawab pertanyaan wartawan sebelum membuat LHKPN, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019. Prasetyo menyebut total harta yang dimilikinya berjumlah Rp 20 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikannya. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan), menjawab pertanyaan wartawan sebelum membuat LHKPN, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019. Prasetyo menyebut total harta yang dimilikinya berjumlah Rp 20 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang disampaikannya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan melaporkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prasetio Edi Marsudi kepada rakyat Jakarta. Alasannya, sebagai wakil rakyat. Ketua DPRD tidak bersedia menjual saham PT Delta Djakarta. Padahal justru rakyat yang meminta pemerintah menjual saham perusahaan bir itu.  

    Baca: Anies Baswedan Lepas Saham Perusahaan Bir Setelah Disetujui DPRD

    "Kami laporkan kepada rakyat Jakarta, bahwa wakil-wakil Anda ingin tetap memiliki saham bir. Biar nanti warganya juga yang ikut menyampaikan aspirasi," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Maret 2019. "Dewan Anda ingin punya saham bir terus, ingin punya untung dari uang bir." 

    Menurut Anies, rakyat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya terhadap penjualan saham PT Delta. Jika rakyat merasa setuju dengan keputusan DPRD, Anies akan menurutinya.  

    Kemarin, Prasetio Edi Marsudi menyatakan tetap menolak rencana pemerintah DKI melepas saham di PT Delta Djakarta. Menurut dia, perusahaan bir itu tidak merugikan Pemprov DKI Jakarta dan justru memberikan dividen bagi keuangan daerah. "Salahnya Delta tuh apa sih? Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah, apalagi yang dikatakan setahun dapat Rp 50 miliar," ujar Prasetio.

    Prasetio meminta Pemprov DKI memikirkan ulang rencana penjualan saham itu. Ia juga siap berdiskusi dengan Pemprov DKI untuk mengetahui alasan penjualan itu. 

    Pemprov DKI melalui Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) tengah bersiap menjual sahal di PT Delta. Salah satu persiapan itu dengan menggabungkan kepemilikan saham atas nama Pemprov DKI dan Badan Pengelola Investasi Penanaman Modal DKI Jakarta (BPIPM Jaya).

    "Nama BP IPM kami ubah menjadi nama Pemprov DKI. Karena kalau masih nama BPIPM, enggak bisa jual, BP IPM-nya sudah enggak ada," Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP BUMD DKI Jakarta Riyadi. 

    Baca: Saham DKI di Perusahaan Bir, Anies Baswedan: Pasti Dilepas

    Pada Pilkada DKI 2017, Anies Baswedan pernah berjanji akan melepas saham pemerintah di perusahaan bir itu. Untuk memenuhi janji itu Anies melakukan berbagai persiapan agar bisa melepas saham pemerintah di PT Delta Djakarta itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.