Persiapan Pengoperasian MRT, Pedestrian Dibangun di Jalan Kendal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan Taman Dukuh Atas yang dibangun di atas stasiun bawah tanah Dukuh Atas, Ahad, 9 September 2018. Di area taman itu berdiri bangunan cooling tower & ventilation tower (CTVT) dan pedestrian. TEMPO/Lani Diana

    Penampakan Taman Dukuh Atas yang dibangun di atas stasiun bawah tanah Dukuh Atas, Ahad, 9 September 2018. Di area taman itu berdiri bangunan cooling tower & ventilation tower (CTVT) dan pedestrian. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak Ahad, 3 Maret lalu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas berupa penutupan Jalan Kendal, dekat Stasiun Sudirman. Penutupan tersebut merupakan bagian dari persiapan pengoperasian Moda Raya Terpadu atau MRT akhir Maret mendatang.

    Dengan penutupan jalan tersebut, terowongan Jalan Kendal akan dialihfungsikan sebagai akses untuk pejalan kaki. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim menjelaskan, rencana alih fungsi itu bertujuan supaya arus pergerakan penumpang lebih lancar.

    Baca: Penutupan Jalan Kendal Dekat Stasiun Sudirman, Ini Alasannya

    "Langkah pertama ya dengan membangun akses pedestrian di terowongan Jalan Kendal,” kata Silvia pada Selasa, 5 Maret 2019.

    Setelah itu, kata Silvia, pihaknya juga akan melengkapi pembangunan terowongan ini dengan lay bay khusus Transjakarta dan angkutan berbasis online. Transjakarta, menurut dia, sudah berencana membuka rute baru yang akan melayani penumpang menuju kawasan Dukuh Atas yang disebut dengan rute KIDA (Kawasan Integrasi Dukuh Atas).

    Bus Transjakarta nantinya akan berhenti di depan Stasiun Sudirman. "Kami juga bekerja sama dengan UMKM untu mengisi hiburan dan pop up retail," kata Silvia.

     Penampakan Taman Dukuh Atas yang dibangun di atas stasiun bawah tanah Dukuh Atas, Ahad, 9 September 2018. Di area taman itu berdiri bangunan cooling tower & ventilation tower (CTVT) dan pedestrian. TEMPO/Lani Diana

    Tak hanya itu, Silvia mengatakan secara visual area pedestrian ini juga akan dipercantik dengan visual menarik sentihan seniman lokal, serta penataan lampu penerangan.

    Dari pantauan Tempo pada Selasa, barrier beton terpasang menutup akses ruas Jalan Kendal, tepatnya yang berada di bawah flyover Jalan Jenderal Sudirman. Barrier beton di sana sekaligus untuk mengarahkan kendaraan dari Jalan Blora hanya bisa belok ke arah kiri.

    Sejumlah pekerja pun mulai mengerjakan pembangunan di sana. Tampak pula beberapa petugas Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas yang berjaga di di simpang terowongan depan pintu Stasiun Sudirman. Mereka membantu mengatur lalu lintas dan mencegah penumpukan kendaraan di sana.

    Baca: Tiket Uji Coba MRT Jakarta Empat Hari Ini Langsung Ludes

    Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan area tersebut akan menjadi transit hub yang menghubungkan dan mengintegrasikan moda tranportasi. "Yang paling utama dari rencana ini adalah kemudahan akses untuk menjangkau angkutan umum," kata dia.

    Kawasan Dukuh Atas akan disiapkan menjadi Transit Oriented Development (TOD) enam jenis transportasi umum, yakni MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, BRT Transjakarta, Kereta bandara, dan kereta Commuterline. Dinas Perhubungan juga telah mendukung rencana ini dengan melakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah mulai dari Jalan Tanjung Karang, Jalan Blora, dan sekitar blok Landmark-BNI.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.