Pengedar Sabu Ditangkap di Maphar, Asal Barang dari Rutan Salemba

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Unit Reserse Narkoba Kepolisian Sektor Tambora menangkap pengedar sabu berinisial YS, 24 tahun, di salah satu rumah kos di Jalan Kebon Jeruk XIV RT 007 RW 08, Kelurahan Maphar, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat pada Selasa, 6 Maret 2019. Penangkapan dilakukan polisi berdasarkan informasi yang diterima dari warga.

    "Benar ditemukan satu paket sabu berada dalam amplop yang dibungkus kertas tisu," Kata Kepala Kepolisian Sektor Tambora Komisaris Iver Son Manossoh dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Maret 2019.

    Baca: Polsek Cisauk Bekuk Tukang Cuci Motor Menyambi Pengedar Narkoba

    Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tambora Ajun Komisaris Supriyatin mengatakan tersangka YS mengaku sabu itu didapat dari laki-laki berinisial KM. Tersangka YS ditugaskan untuk mengantar sabu kepada pemesan sesuai petunjuk dari KM.

    Setelah melakukan pengembangan kasus, polisi lantas menangkap tersangka lain berinisial NR di hari yang sama saat menangkap YS. "Kami tangkap di Lobby Hotel, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat," kata Supriyatin.

    Dari penangkapan NR, polisi menemukan narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam amplop warna coklat. Sabu itu disembunyikan NR di salah satu kamar hotel di Jakarta Utara. "Pengakuan NR, bahwa narkoba tersebut didapat dari seorang laki-laki berinisial ADL yang berada di Rutan Salemba," kata Supriyatin.

    Baca: Gerebek Transaksi Narkoba di Kampung Ambon, Polisi Dilempari Batu

    Dari dua tersangka itu, polisi total menyita barang bukti berupa sabu seberat 83,76 gram, 62 plastik klip sabu, 20 butir pil ekstasi warna kuning dan 30 butir ekstasi warna biru. Selain itu, polisi menyita 5 lembar happy five berjumlah 50 butir.

    Supriyantin mengatakan dua tersangka pengedar sabu telah dibawa ke Polsek Tambora. Mereka terancam di jerat Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Polisi juga masih melakukan pengembangan sumber peredaran narkoba tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.