Jarak LRT Pendek, DPRD Tak Yakin Jumlah Penumpang Mencapai Target

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja bersiap melakukan uji coba light rail transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Pengerjaan LRT rute Kelapa Gading-Velodrome telah mencapai tahap uji coba dan ditargetkan segera bisa digunakan untuk mendukung Asian Games 2018. ANTARA

    Pekerja bersiap melakukan uji coba light rail transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Pengerjaan LRT rute Kelapa Gading-Velodrome telah mencapai tahap uji coba dan ditargetkan segera bisa digunakan untuk mendukung Asian Games 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi C Bidang Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dite Abimanyu tak yakin penumpang kereta light rail transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome bakal mencapai angka estimasi pemerintah DKI, yakni 14.255 orang per hari.

    Baca juga: Penumpang Jak Lingko Bisa Naik LRT Jakarta saat Trial Run

    Alasannya, warga lebih tertarik menggunakan ojek online ketimbang kereta LRT yang rutenya amat pendek, yakni 5,8 kilometer. "Kalau MRT saya yakin. LRT apa iya dari Pulomas ke Kelapa Gading mau capek-capek ke stasiun?," kata Dite saat rapat pembahasan usulan tarif MRT dan LRT di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Maret 2019.

    Menurut Dite, warga lebih memilih memesan ojek online dengan tarif Rp 7-8 ribu. Dia khawatir nasib LRT Jakarta sama seperti LRT Palembang yang sepi penumpang.

    "Kalau terjadi seperti Palembang, bagaimana skenarionya? Bagaimana subsidinya ternyata tidak seperti yang diperkirakan, karena jumlah penumpang tidak tercapai," ucap Dite.

    Anggota DPRD Ruslan Amsyari pun mempertanyakan perhitungan estimasi penumpang LRT sebanyak 14.255 orang. Dia menyebut jumlah itu tak logis dengan pelayanan kereta LRT yang jaraknya dekat.

    "Tidak mengkhayal nih? Mimpi di tengah bolong. Kalau jumlah penumpang tidak terjadi tentunya ada subsidi lagi untuk operasionalnya," ujar Ruslan.

    Hari ini Komisi C menggelar rapat pembahasan usulan tarif kereta MRT dan LRT dengan pihak eksekutif. Dalam rapat itu, Pemerintah DKI Jakarta mengusulkan tarif MRT senilai Rp 10 ribu dan LRT Rp 6 ribu.

    Baca juga: Jajal LRT Jakarta Petang Ini, Pengguna Jak24 Gratis

    Untuk mencapai angka itu, pemerintah daerah harus memberikan subsidi Rp 21.659 per penumpang MRT dan Rp 35.655 per penumpang LRT. Dengan begitu, total subsidi diperkirakan Rp 572 miliar untuk MRT dan Rp 327 miliar untuk LRT. Angka itu diperoleh dengan estimasi per harinya mencapai 65 ribu penumpang MRT dan 14.255 penumpang untuk LRT.


    LANIDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.