Minggu, 22 September 2019

Dukung Anies Jual Saham Perusahaan Bir, Gerindra: Janji Kampanye

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pabrik Bir. REUTERS/Thomas Mukoya

    Ilustrasi Pabrik Bir. REUTERS/Thomas Mukoya

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta menyatakan mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjual saham milik DKI di perusahaan bir PT Delta Djakarta karena lebih banyak mudaratnya.

    "Sejak awal, Gerindra mendukung saham tersebut agar dijual. Tidak perlu argumen lagi karena lebih banyak mudaratnya," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Muhamad Taufik dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Maret 2019.

    Baca: Saham DKI di Perusahaan Bir Delta Bertambah, Ini Penjelasannya

    Menurut Taufik, tanpa saham itu Pemprov DKI juga tetap memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar. "Jadi, sejak awal Gerindra sudah mendukung. Bagaimana tak mendukung, kami yang usung. Itu kan janji kampanye. Jadi, tak perlu berargumen lagi," ujarnya.

    PT Delta Djakarta adalah produsen dan distributor beberapa merek bir terbaik di dunia di bawah Anker, Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih. Pemerintah DKI saat ini memiliki saham sebesar 26,25 persen di perusahaan tersebut.

    Taufik menjelaskan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta sekitar Rp 1 triliun dan dalam setahun hanya mendapatkan deviden Rp 50 miliar. Sehingga untuk mencapai Rp 1 triliun membutuhkan waktu 20 tahun.

    Baca: Penjualan Saham Bir Belum Terealisasi, Anies Sebut Faktor Politik

    Karena itu, Taufik menilai justru DKI merugi karena memiliki saham itu dan sebaiknya saham itu dijual. "Masih banyak pemasukan. Lagian, yang buat atau yang jual dosanya lebih besar. Artinya, Pemprov DKI stop produksi dosa. Ya dengan lepas saham PT Delta Djakarta," kata dia.

    Selain keinginan masyarakat, Taufik mengatakan pelepasan saham merupakan janji Anies saat mencalonkan diri menjadi gubernur. Dia menilai sangat wajar jika Anies ingin menepati janjinya.

    Alasan lainnya, kata Taufik, konsumsi minuman keras diharamkan bagi yang beragama Islam. Jika Pemprov DKI memiliki saham di perusahaan bir, menurut dia, maka itu berarti mendukung produksi miras dan yang mendapat dosa bukan hanya konsumen miras, namun juga yang memproduksi. "Ini besar sekali dosanya," ujarnya.

    Pertama kali, Pemprov DKI menanam saham di perusahaan itu sejak 1970. Rata-rata, PT Delta menyumbang keuntungan Rp 38 miliar setiap tahunnya. Anies telah mengajukan penjualan saham perusahaan bir itu sejak Mei 2018 sebagai bagian dari realisasi janji kampanyenya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe