LRT Jakarta Beroperasi, Dirut: Jarak Pendek Jadi Tantangan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta light rail transit (LRT) melintas saat diuji coba di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 28 Agustus 2018. Saat uji coba, LRT melaju dengan kecepatan 25 kilometer per jam hingga 40 kilometer per jam dengan jarak tempuh 5,8 km dan secara keseluruhan prores pengerjaan sudah mencapai 87 persen. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Kereta light rail transit (LRT) melintas saat diuji coba di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 28 Agustus 2018. Saat uji coba, LRT melaju dengan kecepatan 25 kilometer per jam hingga 40 kilometer per jam dengan jarak tempuh 5,8 km dan secara keseluruhan prores pengerjaan sudah mencapai 87 persen. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono menyadari tantangan dalam mengembangkan kereta ringan atau Light Rail Transit rute Kelapa Gading-Velodrome. Menurut Allan, tantangan utama pengembangan LRT Jakarta adalah rutenya yang pendek, yakni 5,8 km.

    "Jarak pendek memang menjadi tantangan. Itu yang kami pikirkan solusinya," kata Allan saat ditemui di sela trial run LRT Jakarta di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur, Jumat, 8 Maret 2019.

    Baca: Skybridge LRT Velodrome - Halte Transjakarta Dikebut, Targetnya?

    Meski jaraknya pendek, Allan tetap optimistis LRT Jakarta yang diperkirakan beroperasi secara komersil pada April tahun ini, bisa menyedot penumpang 14.255 orang per hari. Sebab, rute yang dijual oleh LRT, tidak hanya Kelapa Gading menuju Velodrome, melainkan Kelapa Gading-Dukuh Atas.

    Allan menjelaskan untuk mencapai ke Dukuh Atas dari Kelapa Gading, LRT sedang membangun skybride atau jembatan penghubung dari Stasiun Velodrome ke Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun atau rute Transjakarta Koridor IV.

    Nantinya, penumpang LRT yang turun dari Velodrome bisa melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta ke Dukuh Atas, tanpa perlu membayar lagi. "Sebab konsepnya terintegrasi dengan Bus Rapid Transit," kata Allan.

    Baca: Soal Tarif MRT dan LRT, Anies Sebut Negara Tak Cari Untung

    Selain itu, keberadaan Jak Lingko bakal membantu warga di sekitar kawasan Kelapa Gading, Kayuputih dan Pulomas, menuju pusat bisnis seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan HR Rasuna Said, Menteng dan pusat bisnis lainnya di Jakarta, menggunakan LRT yang terintegrasi dengan Transjakarta dan Jak Lingko.

    Saat ini, kata Allan, sudah ada satu rute Jak Lingko yang terhubung dengan stasiun LRT, yakni Jak24 rute Pulogebang-Senen yang melewati Kelapa Gading. "Ke depan saya berharap ada banyak rute Jak Lingko yang terhubung ke setiap stasiun dari tiga kawasan tersebut," ujarnya.

    Menurut Allan, LRT menawarkan kepada warga DKI layanan transportasi yang cepat, aman dan nyaman. Bahkan, LRT menawarkan penumpang dari Kelapa Gading yang mau ke kawasan Dukuh Atas perjalanan yang lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi.

     Kereta LRT Jakarta terparkir di Stasiun Veledrom, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019. Pada saat uji coba ini pihak LRT menegaskan bahwa mereka masih berfokus mengejar sertifikasi dan perizinan SOP operasional dan perawatan kepada Kementerian Perhubungan. Kereta LRT Jakarta ini ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Allan menjanjikan waktu tempuh penumpang LRT dari Kelapa Gading menuju Dukuh Atas di bawah satu jam. Perhitungan tersebut, kata Allan, dengan kajian perjalanan penumpang dari Stasiun Pengangsaan Dua atau Boulevard Kelapa Gading menuju Velodrome sekitar 10 menit, lalu menuju Halte Transjakarta Pemuda Rawa Mangun 5 menit.

    Setelah sampai di halte Bus Rapid Transit, penumpang hanya membutuhkan waktu tunggu bus sekitar 5 menit dan melanjutkan perjalanan selama 35 menit dari Halte Pemuda Rawamangun ke Dukuh Atas menggunakan bus Transjakarta. "Kami sediakan layanan terintegrasi antarmoda," kata Allan.

    Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan menjanjikan ketepatan waktu perjalanan LRT. Di jam sibuk pada pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00, kata Allan, LRT Jakarta akan berangkat setiap lima menit sekali dari setiap stasiun. "Di luar jam sibuk akan berangkat setiap 15 menit sekali. Dengan adanya LRT kami menawarkan transportasi alternatif kepada warga." ujarnya.

    Baca: LRT Jakarta Targetkan Angkut 14.255 Penumpang Per Hari

    Anggota DPRD DKI Ruslan Amsyari memberikan catatan terkait dengan LRT Jakarta, terutama soal perhitungan estimasi penumpang LRT sebanyak 14.255 orang per hari. Dia menyebut jumlah itu tak logis dengan pelayanan kereta LRT yang jaraknya dekat. "Tidak mengkhayal nih? Mimpi di tengah bolong. Kalau jumlah penumpang tidak terjadi tentunya ada subsidi lagi untuk operasionalnya," kata dia.

    Komisi C telah menggelar rapat pembahasan usulan tarif kereta MRT dan LRT dengan pihak eksekutif pada Rabu lalu. Dalam rapat itu, Pemerintah DKI Jakarta mengusulkan tarif MRT senilai Rp 10 ribu dan LRT Rp 6 ribu.

    Untuk mencapai angka itu, pemerintah daerah harus memberikan subsidi Rp 21.659 per penumpang MRT dan Rp 35.655 per penumpang LRT Jakarta. Dengan begitu, total subsidi diperkirakan Rp 572 miliar untuk MRT dan Rp 327 miliar untuk LRT. Angka itu diperoleh dengan estimasi per harinya mencapai 65 ribu penumpang MRT dan 14.255 penumpang untuk LRT.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.