Uji Coba LRT Jakarta, Ini Saran Warga Agar Ikuti Negara Tetangga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kereta LRT Jakarta terparkir di Stasiun Veledrom, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019.Pada saat uji coba ini pihak LRT menegaskan bahwa mereka masih berfokus mengejar sertifikasi dan perizinan SOP operasional dan perawatan kepada Kementerian Perhubungan. Kereta LRT Jakarta ini ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kereta LRT Jakarta terparkir di Stasiun Veledrom, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019.Pada saat uji coba ini pihak LRT menegaskan bahwa mereka masih berfokus mengejar sertifikasi dan perizinan SOP operasional dan perawatan kepada Kementerian Perhubungan. Kereta LRT Jakarta ini ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -PT LRT Jakarta telah melakukan trial run atau uji coba yang melibatkan masyarakat untuk naik kereta ringan rute Kelapa Gading-Velodrome.

    Uji coba diberikan gratis kepada penumpang Jak24 rute Pulogebang-Senen via Kelapa Gading sejak 4 Maret sampai 17 Maret 2019 mendatang.

    Baca : Skybridge Stasiun LRT Velodrome-Halte Jakarta Dikebut, Targetnya?

    Nila seorang penumpang Jak24 yang merasakan LRT Jakarta dari Stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading ke Velodrome dan kembali ke stasiun awal. Nenek 67 tahun itu, memboyong dua cucu serta pembantunya untuk menjajal laju LRT Jakarta.

    "Saya mau coba saja. Sama tidak kayak di Singapura dan Jepang yang pernah saya naiki," kata Nila saat ditemui di dalam kereta LRT yang sedang melaju dari Velodrome kembali ke Stasiun Boulevard Utara, Jumat, 8 Maret 2019.

    Menurut dia, nyaris tidak ada bedanya antara kereta di luar negeri dengan di Indonesia. Menurut dia, laju kereta yang stabil dan kebersihannya membuat penumpang seperti dirinya cukup nyaman.

    Namun, Nila mengingatkan agar pengelola LRT Jakarta agar bisa terus menjaga kebersihan dan ketertiban seperti di awal saat uji coba seperti sekarang.

    Sejumlah penumpang memasuki kereta LRT Jakarta saat media forum dan uji coba di Stasiun Veledrom, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019. Pada saat uji coba ini pihak LRT menegaskan bahwa mereka masih berfokus mengejar sertifikasi dan perizinan SOP operasional dan perawatan kepada Kementerian Perhubungan. Kereta LRT Jakarta ini ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    "Saya khawatir kalau di Indonesia bagusnya pas saat-saat pertama saja. Kalah sama Singapura dan Jepang yang terus dijaga keteraturan dan ketertiban," demikian Nila.

    Petugas sosialisasi kartu Jak Lingko, Fajar Sidik, mengatakan, pembeli kartu Jak Lingko di pintu masuk Stasiun Boulevard Utara terus meningkat sampai sekarang sejak dibuka pada 4 Maret lalu. "Di hari pertama cuma 20 orang yang beli kartu. Tapi di hari berikutnya mulai terus bertambah dan sekarang sudah mencapai ratusan per hari yang memberi kartu," ujarnya.

    Kartu Jak Lingko bisa dimanfaatkan untuk naik angkuta Jak24 yang merupakan moda Jak Lingko. Selain itu, kartu itu juga bisa digunakan untuk naik LRT dan MRT dan Transjakarta. Kartu Jak Lingko dibanderol Rp 30 ribu dengan saldo Rp 10 ribu. "Sebab kedepan semua moda itu akan diintegrasikan."

    Simak juga :
    Soal Tarif MRT dan LRT Jakarta, Anies Sebut Negara Tak Cari Untung

    Diraktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan mengatakan uji coba LRT Jakarta untuk masyarakat yang memilik kartu Jak Lingko dimulai pukul 16.00-20.00 setiap hari.

    Selama uji coba yang dilakukan, LRT akan mengevaluasi sistem ketepatan waktu, pelayanan, kebersihan, keamanan dan lainnya. "Masukan masyarakat penting untuk meningkatkan layanan kami," ujarnya.

    Selain itu, Allan berharap agar ke depan jumlah angkot Jak Lingko terus bertambah yang menghubungkan antara permukiman atau apartemen warga ke stasiun LRT Jakarta. "Sekarang kami sedang berupaya agar LRT Jakarta yang mau beroperasi familiar di mata warga," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.