Beroperasi April, LRT Jakarta Masih Tunggu Dua Syarat Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja bersiap melakukan uji coba light rail transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. ANTARA

    Pekerja bersiap melakukan uji coba light rail transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT LRT Jakarta masih menunggu sertifikasi prasarana dan rekomendasi teknis untuk mengoperasikan kereta ringan rute Kelapa Gading-Velodrome secara komersil. Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono mengatakan sertifikasi diperkirakan terakhir untuk operasional ditargetkan akan selesai prosesnya di Kementerian Perhubungan pada akhir Maret ini.

    "Untuk kereta 16 sudah sudah mendapatkan rekomendasinya. Tinggal prasarana dan rekomendasi teknis saja yang saat ini sedang diproses di Kemenhub," kata Allan saat ditemui di sela trial run LRT Jakarta di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur, Jumat, 8 Maret 2019.

    Baca: Soal Tarif MRT dan LRT, Anies Sebut Negara Tak Cari Untung

    Secara garis besar, Allan mengatakan prasarana fasilitas operasi LRT Jakarta yang sedang diperiksa Kementerian Perhubungan antara lain gardu traksi, 3rd rail, sistem persinyalan, telekomunikasi, platform screen door, operation control centre dan fasilitas perawatan kereta LRT Jakarta.

    Karena itu, Allan memperkirakan kereta ringan ini bisa mulai melayani penumpang secara komersil pada April mendatang. Selain itu, pihaknya saat ini sedang membangun skybridge atau jembatan penghubung antara Stasiun Velodrome dengan Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun.

    Baca: LRT Jakarta Targetkan Angkut 14.255 Penumpang Per Hari

    Pembangunan jembatan, kata Allan, sudah dilakukan sejak bulan lalu dan bulan depan ditargetkan bisa digunakan penumpang LRT yang mau meneruskan naik Transjakarta ke arah Dukuh Atas. "Jembatan ini dibangun memang untuk mengintegrasikan LRT dengan BRT (bus rapid transit)," ujarnya.

    Rute LRT Kelapa Gading-Velodrome memiliki enam stasiun layang, yaitu Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Rute sepanjang 5,8 kilometer itu direncanakan dapat ditempuh dalam waktu 10-13 menit. PT LRT Jakarta menargetkan waktu tempuh antarstasiun antara 1 sampai 2,5 menit. Adapun tarif yang diusulkan pemerintah DKI adalah Rp 6 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.