Awas, BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Hingga...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat dan berkoordinasi mengirim bantuan menyusul terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di tujuh wilayah di Jabar pada 21-23 Februari 2018. (dok Pemprov Jabar)

    Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat dan berkoordinasi mengirim bantuan menyusul terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di tujuh wilayah di Jabar pada 21-23 Februari 2018. (dok Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika disingkat BMKG mengingatkan kembali berlanjutnya potensi bencana Hidrometeorologi di Kawasan wilayah Jakarta.

    Pola Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia sejak beberapa hari lalu memberikan dampak berupa peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

    Baca : Cuaca Jakarta, BMKG: Sebagian Wilayah Diguyur Hujan Ringan

    "Saat ini, MJO diprakirakan mulai bergerak merambat ke wilayah Timur memasuki wilayah Indonesia," ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo melalui siaran pers, Sabtu, 8 Maret 2019.

    Menurut dia, periode 8-14 Maret diprakirakan potensi hujan lebat akan terkonsentrasi di sebagian wilayah pulau Jawa dan wilayah Indonesia Tengah dan Timur. Kawasan itu yakni Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. 
     
    "Potensi hujan lebat juga bisa tejadi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, 
    Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua."
     
    Pada periode yang sama, tutur Mulyono diprediksi akan terdapat beberapa sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang juga dapat meningkatkan potensi curah hujan. Walaupun cenderung memiliki waktu kejadian yang relatif lebih singkat. 
     
    "Daerah yang berpotensi hujan lebat akibat fenomena ini antara lain di 
    Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, dan DKI Jakarta," ungkap dia.
     
    Ia menjelaskan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter diperkirakan terjadi di Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali hingga Selat Lombok bagian selatan, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB, Perairan utara Kepulauan Kangean.

    Simak :
    BMKG Peringatkan Potensi Curah Hujan Tinggi Berlanjut Pekan Depan

    Gelombang tinggi juga bisa melanda Laut Jawa bagian timur,  Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Perairan Kepulauan Sangihe - Talaud, Laut Flores, Laut Banda, Perairan Barat Kepulauan Kei, Perairan Utara Kep. Tanimbar, Perairan Manokwari hingga Biak.
     

    "BMKG mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis terusan akibat curah hujan tinggi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, petir dan jalan licin," demikian Mulyono. "Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi cuaca terkini, dapat diakses melalui http://www.bmkg.go.id."

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.