Dua Strategi LRT Jakarta Capai Target 14.255 Penumpang Per Hari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pekerja mengecek persiapan uji coba light rail transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta, 15 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Dua pekerja mengecek persiapan uji coba light rail transit (LRT) di Stasiun LRT Velodrome, Rawamangun, Jakarta, 15 Agustus 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono menargetkan jumlah penumpang kereta rel ringan sebanyak 14.255 penumpang per hari. Jumlah target penumpang tersebut dihasilkan dari kajian konsultan internasional dari Inggris.

    "Target itu kami optimis bisa tercapai di hari pertama operasional LRT Jakarta secara komersil," kata Allan di Stasiun Velodrome, Jumat, 8 Maret 2019.

    Baca: Skybridge LRT Velodrome - Halte Transjakarta Dikebut, Targetnya?

    Untuk mencapai target jumlah penumpang yang telah ditetapkan, Allan mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua strategi utama. Pertama, kata dia, LRT Jakarta akan diintegrasikan dengan Bus Rapid Transit atau Transjakarta.

    Saat ini, Allan mengatakan pihaknya sedang membangun skybride atau jembatan penghubung antara Stasiun Velodrome dengan Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun. Sebab, konsep yang dibawa LRT Jakarta adalah meneruskan penumpang dari Kelapa Gading yang turun di Velodrome menuju pusat kota di Dukuh Atas, menggunakan Transjakarta. "Atau sebaliknya dari Transjakarta menggunakan LRT," ujarnya.

    Kedua, pihaknya bersama pemprov DKI bakal berupaya membawa penumpang di apartemen atau rumah yang berada di sekitar Pulogadung, Kayuputih dan Pulomas menuju stasiun LRT menggunakan Jak Lingko. Saat ini, LRT Jakarta sudah terhubung dengan Jak24 rute Pulogebang-Senen via Kelapa Gading.

    Baca: Soal Tarif MRT dan LRT, Anies Sebut Negara Tak Cari Untung

    LRT Jakarta bersama pemprov DKI sedang bersinergi untuk membangun jalur Jak Lingko di Dukuh Atas. Tujuannya, kata dia, agar penumpang LRT Jakarta dari Kelapa Gading masih bisa meneruskan naik Jak Lingko di Dukuh Atas. "Kami memikirkan cara bagaimana penumpang mau ke kantornya tetap naik transportasi yang terintegrasi," ujarnya.

    Allan mengatakan terus berkomunikasi dengan pemprov DKI untuk membangun sistem layanan yang terintegrasi secara fisik, pelayanan dan pembayarannya. Selain dengan Transjakarta dan Jak Lingko, pihaknya juga berharap LRT bisa terhubung dengan MRT Jakarta. "Strategi ke memang diharapkan semua koridor bertemu."

    Rute LRT Kelapa Gading-Velodrome memiliki enam stasiun layang, yaitu Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Rute sepanjang 5,8 kilometer itu direncanakan dapat ditempuh dalam waktu 10-13 menit. PT LRT Jakarta menargetkan, waktu tempuh antarstasiun antara 1 sampai 2,5 menit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.