Kata Warga Soal Taman Dukuh Berlokasi di Rawa Langganan Banjir

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA Rusun Muara Indah, Jakarta, Jumat, 30 November 2018. Pemprov DKI Jakarta akan menghentikan pembangunan RPTRA pada 2019 dan akan digantikan dengan pembangunan 50 Taman Maju Bersama (TMB). ANTARA/Wahyu Puro A

    Seorang anak bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau RPTRA Rusun Muara Indah, Jakarta, Jumat, 30 November 2018. Pemprov DKI Jakarta akan menghentikan pembangunan RPTRA pada 2019 dan akan digantikan dengan pembangunan 50 Taman Maju Bersama (TMB). ANTARA/Wahyu Puro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah warga di sekitar Taman Maju Bersama Dukuh atau Taman Dukuh mengaku rutin mendatangi taman yang menyediakan sejumlah fasilitas bermain itu di kawasan RT11 RW3 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur. Mayang Kusuma salah satunya.

    Wanita berusia 16 tahun itu, mengaku cukup senang melihat ada taman yang bagus di dekat rumahnya. Padahal, kata dia, sebelumnya taman tersebut merupakan kebun kosong yang tidak terawat dan kerap banjir karena luapan kali yang bersebelahan dengan taman.

    Baca : Pembangunan RPTRA di Era Ahok Disetop, Diganti Taman Maju Bersama

    "Senang kalau datang ke sini. Terutama setiap akhir pekan ada banyak orang senam," kata Mayang saat ditemui di TMB Dukuh, Ahad 10 Maret 2019.

    Namun, ia berharap pemerintah bisa menambah fasilitas lainnya terutama permainan untuk anak. Selain itu, Mayang menyarankan agar pemerintah menambah pohon di beberapa ruas lahan yang masih kosong.

    Menurut dia, upaya memperbanyak pohon bertujuan agar banjir yang sering terjadi di sekitar TMB Dukuh cepat surut. "Yang saya lihat pohonnya masih sedikit."

    Rosita, 38 tahun, warga lainnya, mengatakan rutin datang sepekan dua kali pada Rabu dan Minggu untuk senam bersama puluhan warga. Menurut dia, langkah pemerintah cukup maju mengubah taman yang sebelumnya rawa itu menjadi taman yang bermanfaat untuk warga.

    "Sekarang ramai. Dan banyak dimanfaatkan untuk kegiatan warga. Setiap Sabtu ada untuk anak-anak berlatih tari tradisional."

    Menurut dia, kegiatan warga di Taman Dukuh hanya terhenti jika lokasi itu banjir. "Memang dari dulu suka banjir. Tapi kami bersyukur jadi dibuat taman seperti ini dan ada kolam penyerapan air juga."

    Pengawas Ruang Terbuka Hijau dan TMB Dinas Kehutanan Jakarta Marihon Sijabat, membenarkan bahwa kawasan Taman Dukuh merupaka salah satu titik yang rawan banjir di Jakarta Timur. Sehingga untuk mengantisipasi datangnya banjir, pemerintah membangun kolam resapan yang cukup besar di tengah taman dengan luas sekitar 200 meter.

    "Pembangunan kolam resapan itu aspirasi warga karena taman ini dibangun di kawasan yang rawan banjir," kata dia.

    Terkait dengan penyediaan pohon, kata dia, memang bakal ditambah di beberapa titik. Menurut dia, pohon yang ada saat ini sudah cukup banyak. "Saat ini tidak kelihatan karena masih kecil-kecil. Sebab baru tiga bulan ditanam. Kalau sudah setahun akan kelihatan rimbun taman ini."

    Simak pula :
    DKI Jakarta Stop Pembangunan RPTRA Mulai Januari 2019, Sebab...

    Menurut dia, konsep TMB yang dibangun pemerintah memang lebih mengedepankan ruang terbuka hijau. Sebab, TMB dibangun di lahan yang dibebaskan pemerintah untuk RTH. "Tapi kami tetap bangun fasilitas publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar," ujarnya.

    Pemerintah menyediakan sejumlah fasilitas publik di antaranya lapangan basket, mini teater, toilet, lahan parkir, tempat sampah, mini gym, area bermain anak dan pos keamanan 24 jam di TMB, salah satunya Taman Duluh. "Semua fasilitas disediakan gratis," demikian Marihon.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.