Jaksa Belum Siap dengan Tuntutan, Sidang Pembunuhan Dufi Ditunda

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengawal M. Nurhadi, tersangka pelaku pembunuhan terhadap mantan wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. Dufi ditemukan tewas di dalam drum di kawasan Klapanunggal, Bogor, pada Ahad, 18 November 2018. ANTARA/Nalendra

    Polisi mengawal M. Nurhadi, tersangka pelaku pembunuhan terhadap mantan wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. Dufi ditemukan tewas di dalam drum di kawasan Klapanunggal, Bogor, pada Ahad, 18 November 2018. ANTARA/Nalendra

    TEMPO.CO, Bogor - Sidang kasus pembunuhan Dufi (Abdullah Fithri Setiawan alias) yang mayatnya dimasukkan dalam drum plastik, memasuki agenda tuntutan pada Selasa 12 Maret 2019. Namun, sidang yang dipimpin hakim Ben Ronald dengan hakim anggota Niluh Sukmarini dan Andri Falahandika, terpaksa ditunda karena Jaksa belum siap dengan tuntutan.

    Baca: Tersangka Ketiga Pelaku Pembunuhan Dufi, Siapa Yudi Alias Dasep?

    “Atas permintaan jaksa, maka sidang ditunda selama dua minggu dan akan kembali digelar pada Selasa 26 Maret 2019,” kata Ben Ronald.

    Kasi Intel Kejaksaan Negeri Cibinong Regi Komara mengatakan, jaksa belum siap dengan tuntutan karena membutuhkan rencana tuntutan (rentut) dari Kejaksaan Agung. “Perkara ini menarik perhatian masyarakat, sehingga membutuhkan rentut dari Kejaksaan Agung,” kata Regi.

    Baca: Kasus Pembunuhan Dufi, Tersangka Perempuan Gemar Berbaju Minim

    Terdakwa dalam perkara ini adalah M. Nurhadi, Sari, dan Dasep. Dalam persidangan diketahui pembunuhan Dufi itu bermotif ekonomi. Terdakwa utama dalam perkara ini adalah Nurhadi. Dia yang menghabisi nyawa Dufi dengan golok. Sedangkan Sari dan Dasep menjadi terdakwa karena turut membantu Nurhadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.