Pingsan Lima Menit, Pagi ini Siti Aisyah Sudah Bugar

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kepulangan Siti Aisyah, 26, di kampung halamannya di Serang, Banten, Selasa malam 12 Maret 2019. Aisyah yang baru saja dibebaskan dari tuntutan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Malaysia itu tiba menjelang tengah malam disambut ratusan warga. FOTO AYU CIPTA

    Suasana kepulangan Siti Aisyah, 26, di kampung halamannya di Serang, Banten, Selasa malam 12 Maret 2019. Aisyah yang baru saja dibebaskan dari tuntutan pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Malaysia itu tiba menjelang tengah malam disambut ratusan warga. FOTO AYU CIPTA

    TEMPO.CO, Serang - Siti Aisyah binti Asria, 26 tahun, dikabarkan sudah bugar kembali setelah jatuh pingsan selama lima menit sesaat setelah tiba di  kampung halaman, Kampung Rancasukur, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Selasa, 12 Maret 2019, pukul 21.30 WIB.

    Baca juga: Siti Aisyah Disebut Pingsan, Keluarga: Maaf Tak Ada Wawancara

    Siti Aisyah pada Selasa tengah malam,  tiba dengan kendaraan Avanza hitam plat merah di rumah kerabatnya yang tergolong paman, Indra Mutain. Rumah Indra berada di pinggir Jalan Palima Cinangka arah Anyer atau sekitar 500 meter ke rumah orangtua Siti Aisyah di kampung yang sama.

    Siti Aisyah yang disapa Aisyah  oleh keluarga, Rabu pagi ini, 13 Maret 2019, bahkan sudah pulang ke rumah orangtuanya dengan berjalan kaki diantar sanak saudaranya.

    "Sudah segar fisiknya. Setelah sarapan, pulang ke rumah jalan kaki, diantar sanak saudara,"kata Indra dihubungi Tempo,  hari ini.

    Indra mengatakan Siti Aisyah tak banyak cakap, hanya melepas kangen dengan keluarga dan mengucapkan terimakasih atas sambutan.

    Pantauan Tempo penyambutan Siti Aisyah sempat diwarnai kericuhan. Dorong-mendorong, desak-desakan terjadi saat kendaraan yang membawa Siti Aisyah masuk pintu gerbang rumah Indra.

    Ratusan orang bercampur dengan awak media dan Paguyuban Warga Sindangsari merangsek ingin melihat Siti Aisyah yang sehari sebelumnya dibebaskan hakim di Malaysia itu.

    Seorang fotografer sebuah media mengeluh, "Jangankan sosok Siti Aisyah, wajahnya saja tak nampak kelihatan. Itu diketekin (dilindungi di bawah ketiak). Saya cuma lihat bajunya batik. Saya tak dapat foto wajahnya," kata wartawan itu bersungut-sungut.

    Seorang wartawan lain segera pergi meninggalkan rumah megah dua lantai milik bekas kepala desa itu. Di pintu gerbang dia mengatakan kepada Tempo, " Saya kecewa, dua hari sejak Senin pagi hingga Selasa menjelang dini hari, tak ada kepastian kedatangan Siti tak ada informasi apa pun bahkan wajahnya pun tak ditampakan,"ujar wartawan perempuan ini.

    Bahkan ada yang terinjak saat desak-desakan di mulut rumah Indra, seorang pewarta perempuan berteriak keras karena merasa tidak nyaman.

    Kekecewaan berlanjut saat sang pemilik rumah Indra keluar pada Selasa malam itu kalau Siti tak bisa ditemui dan diwawancarai karena pingsan. Wartawan pun mendekati waktu 00.00 bubar meninggalkan rumah megah dua lantai yang menjadi lokasi penyambutan Siti.

    Indra mengatakan pada Rabu pagi saat Siti pulang sudah sepi pewarta. " Tidak seperti semalam, Aisyah jalan kaki diantar kerabat menuju rumahnya. Dia semalam tidur di sini, sarapan dan pulang. Saya belum tahu rencana apa selain berdiam di rumahnya,"kata Indra.

    Siti Aisyah adalah Tenaga Kerja Indonesia yang terjerat kasus pembunuhan di negeri jiran Malaysia. Siti didakwa terlibat pembunuhan kakak tiri Presiden Korea Utara Kim Jong untuk yang bernama Kim Jong nam.

    Siti dibebaskan setelah jaksa mencabut dakwaan pembunuhan Kim Jong nam yang dijeratkan terhadap dirinya.

    Baca juga: Jasad WNI Korban Mutilasi di Malaysia Dijadwalkan Tiba di Jakarta

    Hakim Pengadilan Malaysia memutuskan mengabulkan
    pencabutan dakwaan oleh Jaksa Iskandar Ahmad. Siti dibebaskan dari tahanan pada Senin, 11 Maret 2019.

    Pembebasan Siti Aisyah, ibu satu anak itu  diputuskan oleh hakim Azmin Ariffin dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.