Jalan Ambles di Tangsel Dijanjikan Selesai Diperbaki Besok

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat berkunjung dan berdiskusi di Kantor Tempo - Jakarta, 25 April 2016. TEMPO/Amston Probel

    Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany saat berkunjung dan berdiskusi di Kantor Tempo - Jakarta, 25 April 2016. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Perbaikan jalan ambles di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, ditargetkan selesai Rabu malam ini, 13 Maret 2019. Ruas jalan diharapkan kembali normal dan bisa dilintasi di kedua arahnya sehingga kemacetan bisa terurai pada Kamis pagi.

    Baca:
    Gubernur Banten: Pelebaran Jalan Pamulang Tersendat-sendat

    "Setelah dipasang box culvert kemudian diuruk lagi sehingga harapannya besok sudah bisa dilalui," kata Camat Setu Heru Agus Santoso, Rabu 13 Maret 2019.

    Lokasi jalan ambles itu tepatnya berada di muka gerbang perumahan Serpong Jaya. Diketahui sejak Selasa lalu, jalan ambles itu menambah titik kemacetan di sepanjang jalan yang menjadi nadi utama antara Pamulang dan kawasan Puspiptek itu.

    Amblesan mengungkap sebuah rongga yang menjadi jalan air di bawah badan jalan tersebut. "Diduga akibat gerusan air yang terjadi di bawah jalan itu. Di bawah jalan itu sudah lama ada aliran airnya," kata Heru.

    Baca berita sebelumnya:
    Jalan Tinggi Sebelah di Pamulang, Polisi Akan Surati Pemprov

    Perbaikan jalan, kata Heru, dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Banten. Rencana pemasangan box culvert, semacam gorong-gorong dari beton, itu diputuskan setelah dinas memeriksa lokasi amblesan hingga sedalam 3-4 meter itu.

    Pantauan Tempo, kemacetan dari titik ambles ke kedua arah jalan mencapai kurang lebih satu kilometer. Kondisi itu menambah keluhan akan titik-titik macet di kawasan itu.

    Baca juga:
    Kemacetan Parah di Depan Universitas, Warga Tangerang Selatan Bikin Petisi

    "Sangat mengganggu karena saya lewat jalan ini setiap hari," kata Nasrulah (46), seorang pengendara sepeda motor.

    Pengguna jalan yang lain, Indah Karolina (33) berharap pemerintah daerah responsif dan perbaikan jalan ambles bisa dilakukan cepat. "Selalu macet sedang kalau ambil jalan lain memutar jauh," katanya.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.