Cuitan Dipolisikan, Eks Alumni 212: Suruh Anies Lapor Sendiri

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat memmbertikan sambutan kepada ribuan umat muslim yang hadir dalam perayaan Maulid Agung dan Reuni Alumni 212 di silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sekaligus memperingati satu tahunya Aksi Bela Islam 212 yang terjadi desember tahun lalu. Tempo/ Ilham Fikri

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan saat memmbertikan sambutan kepada ribuan umat muslim yang hadir dalam perayaan Maulid Agung dan Reuni Alumni 212 di silang Monas, Jakarta, 2 Desember 2017. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sekaligus memperingati satu tahunya Aksi Bela Islam 212 yang terjadi desember tahun lalu. Tempo/ Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Presidium Alumni atau PA 212 yang telah dinonaktifkan, Faizal Assegaf, menjelaskan alasan cuitannya untuk Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang berbuntut pelaporan ke polisi. Pelaporan dilakukan Fikri Assegaf ke Polda Metro Jaya, Kamis 14 Maret 2019.

    Baca:
    Dilaporkan Karena Sindir Anies, Faizal Assegaf: Gak Penting

    Menurut Faizal, apa yang dilakukan bukan ujaran kebencian seperti yang dituduhkan Fikri kepadanya. Cuitan di media sosial Twitter dilontarkan, kata Faizal, karena Anies Baswedan merupakan pejabat publik. Dalam sistem demokrasi, ditambahkannya, kritik merupakan kewajaran.

    Faizal menyatakan heran ada orang lain yang tersinggung dengan apa yang dilakukannya tersebut. "Lebih baik suruh Anies yang melapor secara langsung," kata Faizal.

    Dalam pelaporannya, Fikri merasa tersinggung dengan cuitan Faizal yang menceramahi Anies ihwal habib. Menurut dia, Faizal telah mencemarkan nama baik marga Assegaf dengan membawa-bawanya ke dalam ranah politik.

    Berita sebelumnya:
    Sindir Anies Baswedan, Akun Twitter Ini Dilaporkan ke Polisi

    "Faizal Assegaf ini dia membawa nama baik Assegaf, dan kita dari keluarga besar marga Assegaf tidak terima. Ini (cuitan) adalah ujaran kebencian di mana dia membawa satu ras dan dia memecah belah," kata Fikri.

    Faizal Assegaf menyambangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk melaporkan beberapa kader PKS, Senin, 21 Mei 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Fikri dan pengacaranya membawa barang bukti berupa tiga lembar kertas yang berisi salinan enam cuitan Faizal yang diunggah pada pekan lalu. Faizal dituding membawa-bawa nama Arab, nama habib, dan menuduh Gubernur DKI Anies Baswedan memanfaatkan keduanya.

    Baca:
    Ini Sosok Faizal Assegaf, Pelapor Fahri Hamzah Hingga Fadli Zon

    "Dia angkat isu primordialisme," kata Muhammad Daniel, pengacara Fikri.

    Tentang tuduhan itu, Faizal Assegaf menjawab, cuitannya untuk Anies dibuat atas nama pribadi atau tidak merepresentasikan marga Assegaf. "Saya gak masuk di ranah itu," ujar Faizal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.