Tunggangi BMW G5, Anies Contohkan Berkendara Motor yang Keren

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan naik motor BMW G5 sambil membonceng putra bungsunya, Ismail Hakim Baswedan, di acara Milenial Road Safety Festival 2019. Istimewa

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan naik motor BMW G5 sambil membonceng putra bungsunya, Ismail Hakim Baswedan, di acara Milenial Road Safety Festival 2019. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencontohkan cara berkendara motor yang menurutnya keren. Anies memberi contoh saat menghadiri acara Milenial Road Safety 2019 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu pagi 16 Maret 2019.

    Baca:
    Anies Janji Stadion BMW akan Terintegrasi dengan MRT Fase 2

    Dia mengungkapkan bersama komunitas para pengendara sepeda motor melakukan perjalanan dari Markas Polda Metro Jaya dengan mempertimbangkan keselamatan. "Jadi tertib lalu lintas itu keren. Memikirkan keselamatan itu keren," ujar Anies usai turun dari sepeda motor di GBK.

    Anies menyatakan keprihatinannya terhadap banyak pelanggaran prinsip dasar keselamatan di jalan raya. Dia menunjuk kepada perilaku naik ke trotoar, melawan arus, dan berkendara dengan kecepatan tinggi. "Hal-hal yang melanggar seperti itu tidak keren," kata Anies.

    Untuk memberikan contoh kepada masyarakat, Anies mengendarai sepeda motor jenis BMW G5 lengkap dengan helm, jaket, dan sepatu. Dalam mengendarai sepeda motor itu, Anies membonceng putra bungsunya, Ismail Hakim Baswedan, yang juga mengenakan kelengkapan yang sama.

    Baca:
    Groundbreaking, Ini Perbandingkan Bakal Stadion BMW dengan Old Trafford

    Dari Polda Metro Jaya, Anies mengendarai motor itu diiringi berbagai komunitas bikers. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Refdi Andri juga turut dalam iringan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.