Mobil Tangki Pertamina Bukan Dibajak, Ini Versi Pendemo

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awak Mobil Tangki Pertamina Patraniaga dan Elnusa Petrofindo menggelar aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk meminta Menteri Hanief Dhakiri memediasi para buruh AMT dengan perusahaan terkait tuntutannya. Selasa, 4 Juli 2017. Tempo/Caesar Akbar

    Awak Mobil Tangki Pertamina Patraniaga dan Elnusa Petrofindo menggelar aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk meminta Menteri Hanief Dhakiri memediasi para buruh AMT dengan perusahaan terkait tuntutannya. Selasa, 4 Juli 2017. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat akan mengembalikan dua mobil tangki Pertamina yang sempat dibajak oleh pendemo dari Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT). 

    Baca: Mobil Tangki Pertamina Berisi Biosolar Dibajak di Ancol

    Dua mobil tangki Pertamina tersebut dilaporkan dibajak pada pukul 05.00 WIB saat akan memasuki Tol Ancol, Jakarta Utara. Pembajakan mobil tangki terjadi saat kendaraan akan mengirim BBM dengan tujuan SPBU area Tangerang.

    "Kendaraan sudah kami amankan dan akan segera kita kembalikan lagi ke wilayah Plumpang," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan di Jakarta, Senin 18 Maret 2019.

    Menurut Harry, kendaraan tersebut diamankan pada pukul 08.00 WIB saat berada di Silang Monas, tempat SP-AMT menggelar unjuk rasa. 

    Usai mengamankan truk tangki, pihak Polres Metro langsung memanggil PT Garda Utama Nasional (GUN), selaku transportir BBM dan perwakilan massa aksi untuk melakukan mediasi.

    "Kami mendapat laporan dari PT GUN, mobil yang seharusnya menuju salah satu tujuan ternyata tidak sampai tujuan dan ada di wilayah Monas ini. Kita akan serahkan ke Polres Jakarta Utara yang mana TKP awalnya di Jakarta Utara," kata Harry. 

    Humas SP-AMT Wadi Atmawijaya membantah telah terjadi pembajakan truk tangki. Kata dia, anggota serikat mengajak sopir pembawa truk tangki untuk membawanya ke depan halaman Monas.

    "Kita ajak untuk ke Monas dan dia mau. Bukan pembajakan, karena mungkin sopir memiliki empati terhadap kami yang di-PHK," ujar Wadi.

    Baca: Dibajak, Mobil Tangki Pertamina Diamankan Polisi Dekat Istana

    Dia beralasan, demo ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap PT Pertamina Patra Niaga terkait PHK ribuan awak mobil tangki. Para awak mobil tangki Pertamina ini juga tidak diangkat sebagai karyawan tetap, serta tidak ada upah proses selama 21 bulan sejak terkena PHK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.