4 Gurandil Tewas di Bogor, Polisi Akan Razia Tambang Emas Ilegal

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. AFP/John MacDougall

    Ilustrasi mayat. AFP/John MacDougall

    TEMPO.CO, Bogor – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Benny Cahyadi mengatakan polisi akan merazia lokasi tambang emas liar pasca tewasnya empat gurandil di Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

    Baca juga: Empat Penambang Liar Tewas di Lubang Galian Emas di Bogor

    Hal ini, kata Benny, menyusul adanya kejadian meninggalnya empat orang penambang emas ilegal atau  gurandil pada Ahad, 17 Maret 2019. “Tidak ada laporan ke kepolisian, tapi kita akan lakukan razia,” kata Benny di Polres Bogor, Senin 18 Maret 2019.

    Benny mengatakan, diduga ada beberapa lokasi tambang emas ilegal yang beroperasi di kawasan tersebut. Empat orang gurandil yang tewas adalah Adam, Ata, Kosim, dan Satri

    Berdasarkan keterangan saksi, ujar Benny, para korban sedang melakukan penggalian. Tiba-tiba keempatnya keluar lubang tambang dalam kondisi lemas sekitar pada pukul 14.00

    “Kurang lebih sekitar 15 menit korban atasnama Adam (27) masuk kedalam lubang tersebut dan berusaha keluar dari lubang dengan nafas yang terengah-engah dan kondisi yang lemah,” kata Kepala Subag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita.

    Karena tidak kuat keluar lubang, ujar Ita, korban terjatuh kembali kedalam lubang. Melihat kondisi itu, ketiga temannya, yakni Ata, Kosim, dan Satri, turun untuk menolong Adam.

    “Namun ketiga orang yang berusaha menolong tersebut tidak mampu kembali keluar, karena lemas,” kata Ita.

    Baca juga: Duel Ala Gladiator di Bogor, Pelajar Tewas Dicelurit

    Keberadaan empat orang gurandil itu baru diketahui warga sekitar pukul 17.00 dengan kondisi sudah tidak bernyawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.