Presiden Jokowi Diagendakan Resmikan MRT Jakarta 24 Maret

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, saat meninjau Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, saat meninjau Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo alias Jokowi diagendakan meresmikan MRT Jakarta pada Ahad, 24 Maret 2019. Direktur Keuangan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Tuhiyat mengatakan, peresmian berlokasi di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia.

    Baca: MRT Jakarta Tambah Kuota Penumpang Uji Coba Ratangga Mulai Senin

    "Kalau tidak ada halangan, hari Minggu tanggal 24 Maret besok akan diresmikan oleh beliau (Jokowi) bertempat di Stasiun Bundaran HI," kata Tuhiyat saat rapat dengan Komisi C DPRD DKI di ruang rapat, Jakarta Pusat, Senin, 18 Maret 2019.

    Menurut Tuhiyat, Presiden Jokowi beserta kabinet kerjanya berencana mencoba naik kereta MRT besok pukul 10.00 WIB.

    Pada saat ini, PT MRT sedang menguji coba kereta bawah tanah itu untuk publik. Warga yang ingin mencoba kereta MRT diperbolehkan naik tanpa dipungut biaya atau gratis.

    Uji coba MRT untuk publik dimulai 12 Maret 2019. Kuota penumpang akan dinaikkan dari 28.800 per hari menjadi 50 ribu per hari. Penambahan kuota penumpang ini efektif pada 18-22 Maret 2019.

    Tuhiyat menyebut, pihaknya berencana mengangkut 130 ribu penumpang per hari naik kereta MRT. Target ini diperkirakan tercapai di tahun keempat operasional MRT. Hingga kini, progres pembangunan infrastruktur dan kereta MRT sudah mencapai 99 persen.

    Baca: Sepekan Uji Coba MRT Jakarta, Ini Paling Banyak Dikeluhkan Warga

    Hingga saat ini tarif MRT Jakarta masih dibahas di Komisi B dan Komisi C DPRD DKI. Pemerintah DKI sebelumnya mengusulkan tarif MRT sebesar Rp 10 ribu per penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.