Pengemudi Ojek Online Harap MRT Sediakan Shelter di Stasiun

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Perhubungan DKI Jakarta membawa sejumlah pengemudi ojek <i>online</i> yang terjaring razia karena parkir sembarangan di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018. Sejumlah ojek <i>online</i> yang tidak mau sepeda motornya terjaring razia pun melarikan diri. TEMPO/Subekti.

    Dinas Perhubungan DKI Jakarta membawa sejumlah pengemudi ojek online yang terjaring razia karena parkir sembarangan di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018. Sejumlah ojek online yang tidak mau sepeda motornya terjaring razia pun melarikan diri. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah stasiun MRT Jakarta belum dilengkapi dengan infrastruktur untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar stasiun seperti shelter ojek online dan lay by. Padahal MRT direncanakan mulai beroperasi komersil pada 1 April mendatang.

    Di Stasiun MRT Fatmawati, Jakarta Selatan misalnya. Belum terlihat adanya shelter ojek online dan lay-by atau cekungan untuk bus menaikkan dan menurunkan penumpang.

    Baca: BPTJ Ungkap Berlarutnya Shelter Ojek Online di Stasiun MRT

    Seorang pengemudi ojek online yang kerap melalui Stasiun MRT Fatmawati, Abdul Rojak, meminta agar PT MRT Jakarta membuatkan shelter ojek online di stasiun itu. “Karena jalannya (Jalan R.A Kartini) sudah sempit,” kata pria berusia 52 tahun itu pada Rabu, 20 Maret 2019.

    Stasiun MRT Fatmawati tersebut berada di Jalan RA Kartini, Cilandak. Di jalan itu hanya tersisa dua jalur jalan, di mana satu jalur lainnya digunakan untuk kendaraan yang akan masuk tol Lingkar Luar Jakarta melalui gerbang tol Fatmawati 2.

    Rojak khawatir jika tidak dibuatkan shelter, maka akan menimbulkan kemacetan di sekitar stasiun MRT Fatmawati. Sebab, nantinya akan ada ojek online yang menjemput penumpang MRT yang turun di stasiun itu.

     Warga datang ke Stasiun Bundaran HI untuk uji coba MRT Jakarta pada Sabtu 16 Maret 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Tanpa adanya shelter, ojek online bakal menunggu di tepi jalan dan itu bisa menghambat laju kendaraan lainnya. “Jadi perlu shelter biar enggak macet,” jata Rojak.

    Di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, juga belum tersedia shelter. Akibatnya, sejumlah ojek online tak teratur menunggu penumpang yang turun dari halte Transjakarta Lebak Bulus.

    Berbeda dengan Stasiun MRT Fatmawati, Stasiun Lebak Bulus yang berada di Jalan Jakarta-Bogor dan terhubung dengan Halte Transjakarta Lebak Bulus memiliki tiga jalur jalan dengan satu jalur jalan digunakan sebagai jalur angkutan umum. Alhasil, laju kendaraan tidak terhambat oleh aktivitas angkutan umum yang menaikkan dan menurunkan penumpang.

    Baca: DKI Mau Operator Ojek Online Bikin Shelter Agar Stasiun Tak Macet

    Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin akan membuat lay-by di setiap stasiun MRT Jakarta. “Kami akan kejar penyelesaiannya,” ujarnya.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar akan menyiapkan fasilias shelter untuk ojek online di stasiun MRT Jakarta. “Untuk detailnya nanti,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.