Datang ke Kepulauan Seribu, Anies Sebut akan Tambah Jumlah SWRO

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi seawater reverse osmosis atau penyulingan air laut menjadi air tawar di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, 12 Agustus 2017. TEMPO/Friski Riana

    Lokasi seawater reverse osmosis atau penyulingan air laut menjadi air tawar di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, 12 Agustus 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengecek sistem penyediaan air minum (SPAM) berteknologi sea water reverse osmosis (SWRO) atau sistem penyaringan air bersih di Kepulauan Seribu saat ia berkantor di Pulau Pramuka. Dari hasil pemantauan itu, Anies mengatakan pihaknya akan menambah jumlah SWRO.

    "Tahun kemarin sudah membangun 4 fasilitas SWRO, dan harapannya nanti kami akan bisa membangun 9," kata Anies di Pulau Pramuka, Jumat, 22 Maret 2019.

    Baca: Anies Ingin Kendalikan Pengelolaan Wisata di Kepulauan Seribu

    Menurut Anies, penambahan unit SWRO agar masyarakat di 11 pulau di Kepulauan Seribu yang berpenghuni dapat merasakan fasilitas air bersih tersebut. Saat ini, kata Anies, baru 300 rumah saja yang menikmati teknologi penyulingan itu dari target sekitar 1.000 rumah.

    "Nantinya kami akan menjangkau semua rumah. Tahun 2018 sudah satu pertiga yang terbangun, dua pertiga kami akan kerjakan tahun ini dan tahun depan," kata Anies.

    Proyek SWRO telah dicanangkan Pemprov DKI sejak tahun 2017. Besaran nilai proyeknya sekitar Rp 93 miliar.

    Baca: Bupati Kepulauan Seribu Banyak Keluhan, Anies Terapkan Ini

    Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI saat itu, Sumarsono mengatakan salah satu daerah di Kepulauan Seribu, yaitu Pulau Untung Jawa, telah dijadikan lokasi pilot project pembangunan SPAM SWRO di Kepulauan Seribu. Sumarsono menjelaskan, sebelumnya anggaran Rp 93 miliar itu dialokasikan untuk pembangunan SWRO di delapan titik di Kepulauan Seribu, termasuk di Pulau Untung Jawa. Namun, karena masalah pada pihak kontraktor, pengerjaan proyek itu urung dilakukan.

    Saat ini, selain SWRO, Kepulauan Seribu memiliki fasilitas pengolahan air minum Backrish Water Reverse Osmosis (BWRO). Hasil penyulingan air dari fasilitas ini lebih bersih karena dapat langsung diminum. Sedangkan dari SWRO air perlu dimasak kembali. "Kualitasnya lebih baik daripada air-air kemasan yang selama ini kita beli di toko-toko," kata Anies.

    Anies berharap fasilitas SWRO dan BWRO dapat segera rampung pembangunannya. Sehingga kualitas kesehatan masyarakat Kepulauan Seribu dapat meningkat dengan mengonsumsi air yang lebih higienis dan bersih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?