Leonardo DiCaprio Singgung Sampah Bantargebang, Ini Kata Anies

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merngungkapkan kekesalannya soal dana hibah kompensasi sampah dengan Bekasi saat jumpa pers di Balai Kota DKI, Ahad, 21 Oktober 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merngungkapkan kekesalannya soal dana hibah kompensasi sampah dengan Bekasi saat jumpa pers di Balai Kota DKI, Ahad, 21 Oktober 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi pernyataan aktor Leonardo DiCaprio soal gunungan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Aktor kawakan Hollywood yang juga aktivis lingkungan itu mengaku prihatin dengan tumpukan sampah di sana.

    "Memang iya menumpuk. Itu barang yang sudah semua orang tahu. Jadi dia tidak menemukan barang yang baru," kata Anies di Pulau Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jumat, 22 Maret 2019.

    Baca: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bantargebang Rampung Maret

    Dari fenomena ini, Anies mengaku heran dengan sifat orang Indonesia. Menurut dia, masyarakat malah menjadi ramai membicarakan Bantargebang, ketika orang asing yang menyorotinya.

    Padahal, kata Anies, bukan rahasia lagi sampah di Bantargebang sudah menggunung. "Sebelum saya jadi gubernur juga sudah ada tumpukan di tempat itu," ujarnya.

    Leonardo DiCaprio sebelumnya mengunggah foto soal kondisi Bantargebang di akun instagramnya, @leonardodicaprio, pada 15 Maret 2019. Dalam keterangan di foto yang ia unggah, Leonardo mengatakan bahwa Bantar Gebang menampung sampah dari 15 juta penduduk Jakarta.

    Baca: Dinas LH DKI: Kapasitas TPST Bantargebang Tersisa 10 Juta Ton

    Ia juga menyoroti soal Indonesia sebagai produsen sampah plastik terbesar kedua setelah Cina. "Indonesia menghasilkan 187,2 juta ton sampah plastik per tahunnya dan lebih dari satu juta ton terbuang ke laut," tulis Leonardo.

    Menanggapi itu, Anies mengatakan Pemprov DKI tengah berusaha mengurangi tumpukan sampah tersebut. Salah satunya dengan membuat pembangkit listrik tenaga sampah atau intermediate treatment facility (ITF). Fasilitas itu tengah dalam proses pembangunan di Sunter, Jakarta Utara.

    "Sudah bangun satu nih, sudah proses. Kemudian kami akan bangun, insya Allah, 3 sampai 4 lagi. Sesudah itu terbangun, maka sampah kia akan diolah menjadi energi," kata Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.