MRT Jakarta Siapkan Dua Jenis Kartu untuk Naik Ratangga

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masinis menjalankan keretanya saat berlangsung uji coba publik pengoperasian MRT  fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. MRT Jakarta Fase I memiliki lintasan sepanjang 16 kilometer dengan 16 stasiun. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Masinis menjalankan keretanya saat berlangsung uji coba publik pengoperasian MRT fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. MRT Jakarta Fase I memiliki lintasan sepanjang 16 kilometer dengan 16 stasiun. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta menyediakan dua kartu pembayaran untuk menaiki Ratangga saat mulai beroperasi Senin, 25 Maret 2019. Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan dua kartu yang disediakan adalah single trip ticket dan multi trip ticket.

    "Kedua kartu itu bisa dibeli mesin tiket otomatis dan gerai tiket MRT Jakarta di setiap stasiun," kata William kepada wartawan di kantor MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Maret 2019.

    Baca: MRT Jakarta Telah Kantongi Seluruh Izin untuk Operasi Komersial

    William menuturkan untuk kartu single trip bakal dijual Rp 15 ribu. MRT Jakarta telah menyediakan 490 ribu keping kartu single trip. Sedangkan, kartu multi trip telah disiapkan 300 ribu keping dan dibandrol Rp 25 ribu per kartunya. "Saat ini kami sedang koordinasi dengan bank untuk validitas kartu tersebut," kata dia.

    Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan pihaknya masih menggratiskan tarif bagi penumpang dari 25 sampai 31 Maret mendatang. Namun, setiap penumpang yang mau naik MRT Jakarta tetap harus membeli tiket tersebut.

    "Nanti bisa beli tiket single trip untuk masuknya dan uangnya bisa direfund setelah beroperasi komersil," kata Tuhiyat. "Tarif akan dikenakan mulai 1 April."

     Petugas berada di Stasiun Bundaran HI saat uji coba pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019. PT MRT Jakarta akan melakukan uji coba mengangkut penumpang masyarakat umum pada 12-24 Maret. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Sedangkan, untuk kartu multi trip masih didiskusikan dengan bank yang bekerja sama untuk menyediakan kartu tersebut. Pada Jumat kemarin, kata Tuhiyat, akan dibahas validitas kartu multi trip apakah satu atau tiga tahun. "Masih proses pembahasan. Yang pasti untuk baik MRT baru bisa menggunakan dua kartu itu nantinya," ujarnya.

    Tuhiyat menuturkan MRT Jakarta akan menerapkan tarif penyesuaian kepada penumpang sesuai jarak tempuh. Namun, hingga saat ini belum ditentukan besaran tarif saat beroperasi komersial. Adapun usulan yang disampaikan MRT Rp 8.500 dan Rp 10 ribu per kilometer.

    Tuhiyat menjelaskan jika penumpang memesan tiket single trip melewati stasiun yang dituju, maka akan dikenakan tarif penyesuaian. Artinya, kata dia, penumpang akan dimintai tarif tambahan. "Namun, penyesuaian tarif tidak berlaku jika penumpang turun sebelum stasiun tujuan," kata dia.

    Baca: Sepekan Sebelum Beroperasi Komersial, MRT Jakarta Gratiskan Tarif

    Ia mencontohkan penumpang dengan tujuan Stasiun Senayan dari Lebak Bulus, tetapi turun di Bundaran HI, akan dikenai tarif tambahan. Namun, jika penumpang tersebut turun di Blok M sebelum tujuan awal, maka penumpang tidak bisa meminta uang penyesuaian.

    Tuhiyat menjelaskan tarif yang digunakan MRT Jakarta tergantung dari jarak tempuh penumpangnya. "Jadi nanti ada penyesuaian tarif sesuai jarak tempuhnya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.