Resmikan MRT Jakarta, Jokowi Butuh Setengah Jam Sampai Panggung

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyapa warga saat peresmian MRT Jakarta fase I di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019. Jokowi dan Anies kompak bergaya santai dengan celana jeans. Jokowi memadukan celana jeans birunya dengan kaos abu-abu panjang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Presiden Jokowi menyapa warga saat peresmian MRT Jakarta fase I di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 24 Maret 2019. Jokowi dan Anies kompak bergaya santai dengan celana jeans. Jokowi memadukan celana jeans birunya dengan kaos abu-abu panjang. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus menempuh waktu hingga setengah jam dari pintu Stasiun MRT Bundaran HI di depan Plaza Indonesia menuju panggung peresmian MRT Jakarta di Bundaran HI pada Ahad pagi, 24 Maret 2019.

    Baca juga: MRT Jakarta Diresmikan Jokowi, Warga: Rp 10 Ribu Per 10 Km, Berat

    Jokowi keluar pintu Stasiun MRT sekitar pukul 08.15 WIB. Di sana sejumlah masyarakat sudah berkerumuan. Setiap langkah Jokowi disambut oleh masyarakat yang ingin bersalaman dan berswafoto. "Pak Jokowi, pak Jokowi," ujar mereka.

    Sesekali Jokowi yang memegang handphone warga untuk berfoto bersama. Pembawa acara mengimbau masyarakat untuk memberikan jalan kepada Jokowi. "Begitu antusias sambutan masyarakat, Pak Jokowi di tengah tengah lautan manusia, tolong dibuka jalannya. Kalau tidak bisa, sore pak Jokowi sampai di panggung," ujarnya dari atas panggung.

    Baca juga: Disebut Anies di Peresmian MRT Jakarta, di Mana Ahok?

    Tepat pukul 08.50 Presiden Jokowi tiba di atas panggung, dia pun langsung menyalami masyarakat yang berdiri di depan panggung.

    Padahal dijadwal peresmian MRT Jakarta, Jokowi direncanakan meresmikan MRT Jakarta pada pukul 08.20 dengan menandatangi prasasti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.