Minggu, 22 September 2019

Ungkap Sindikat Narkoba Malaysia, BNN Sita 20 Kg Sabu di Depok

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari memberikan keterangan saat rilis kasus narkotik di gedung BNN, Jakarta, 16 Oktober 2018. Hasil operasi ini berhasil mengungkap empat kasus tindak pidana narkotik yang dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Utara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari memberikan keterangan saat rilis kasus narkotik di gedung BNN, Jakarta, 16 Oktober 2018. Hasil operasi ini berhasil mengungkap empat kasus tindak pidana narkotik yang dilakukan di Aceh, Sumatera Utara, Banten, dan Kalimantan Utara. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap dua pengedar narkoba di Depok dan menyita 20 kilogram sabu. Penangkapan berlangsung Sabtu lalu di Jalan Baru Plenongan dan Jalan Serua Raya Bojongsari. "Dua tersangka yang ditangkap, yakni Yusuf dan Zaky," kata Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, Ahad, 24 Maret 2019.

    Baca: BNN Ungkap Penyelundupan Sabu Malaysia Gunakan Truk Tronton

    Menurut Arman, dua tersangka itu adalah anggota sindikat pengedar narkoba Malaysia. BNN awalnya menangkap Zaky di Jalan Baru Plenongan RT 01 RW 19 Kelurahan Rangkapan Jaya sekitar pukul 15.30 WIB. Dari tangan pria itu disita tas hitam berisi 10 bungkus sabu.

    Hanya berselang 30 menit kemudian, BNN menangkap Yusuf di Jalan Serua Raya Bojongsari. Diduga pria ini berperan sebagai pengendali. Dari tangga Yusuf juga disita 10 bungkus sabu yang disembunyikan di warungnya. “Masing-masing bungkus beratnya 1 kilogram. Jadi Total yang kami sita 20 kilogram,” katanya.

    Baca juga:

    Polisi Buru Pemasok Sabu Reva Alexa di Kalimantan Barat

    Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui, sabu itu berasal dari Malaysia yang diselundupkan melalui laut ke Aceh kemudian masuk ke Medan. Selanjutnya narkoba tersebut dibawa ke Jakarta melalui jalur darat menggunakan bus umum dan kemudian disimpan di Depok. "Saat ini, para tersangka sudah dibawa ke gedung BNN Cawang untuk pengembangan dan penyidikan," kata Arman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe