Gojek dan Grab Diminta Hukum Ojek Online Mangkal di Stasiun MRT

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyadari potensi kemacetan di setiap stasiun karena keberadaan ojek online. Situasi ini menjadi pemandangan sehari-hari di banyak stasiun kereta komuter dan pusat keramaian lainnya di Jakarta dan sekitarnya.

    Baca:
    Stasiun MRT, Gojek Tetapkan Titik Jemput Berjarak 200 Meter

    "Kondisi stasiun tanpa penataan ojol (ojek online) dan mereka parkir di sekitar stasiun menunggu penumpang akan menimbulkan kemacetan," kata William kepada wartawan di kantor MRT Jakarta di Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, 22 Jumat Maret 2019.

    Ia menuturkan MRT Jakarta berupaya menata ojek online dengan merancang lokasi khusus untuk naik turun penumpang ojek online. Selain itu, bekerja sama dengan satu operator yakni Grab untuk menyediakan fitur Grab Now di setiap stasiun. "Ini beberapa upaya penataan yang sudah kami lakukan."

    William mengungkapkan, MRT Jakarta juga berharap kerja sama dari para operator tersebut untuk membantu penataan. Di antaranya dengan memberikan penalti atau sanksi bagi pengemudi ojek online yang tidak mematuhi aturan seperti mengambil penumpang di luar tempat yang telah ditentukan.

    Baca:
    Ini Rencana MRT Jakarta untuk Penumpang Pengguna Ojek Online

    "Kami tidak ingin mereka mangkal di stasiun atau mengantar dan menjemput penumpang di pintu stasiun," ujarnya sambil menambahkan, "Saya sudah berbicara dengan pihak Grab dan Gojek untuk membantu kami."

    Menurut William, memang kurang nyaman bagi penumpang karena mereka harus berjalan kaki ke lokasi drop off yang ditentukan. "Tapi itu bertujuan agar tidak terjadi keruwetan, lagian jalan kaki sehat," ujarnya lagi.

    Baca:
    Tarif MRT 10 Ribu, Pengguna Transjakarta: Mending Naik Motor

    Secara terpisah, perusahaan penyedia aplikasi transportasi online, Gojek Indonesia, menyatakan telah menetapkan titik jemput atau point of interest (POI) di luar radius 200 meter dari stasiun sesuai arahan PT MRT Jakarta. Vice President Corporate Communications Michael Reza Say memastikan titik jemput itu sudah tersedia di setiap stasiun MRT yang akan terdeteksi di aplikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.