Dada Putri Duyung Ancol Ditutupi Kain, Ini Jawab Manajemen

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi patung putri duyung Ancol yang bagian dadanya ditutupi dengan kain di Putri Duyung Resort, Taman Impian Jaya Ancol, Senin, 25 Maret 2019. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Kondisi patung putri duyung Ancol yang bagian dadanya ditutupi dengan kain di Putri Duyung Resort, Taman Impian Jaya Ancol, Senin, 25 Maret 2019. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Foto patung putri duyung Ancol belakangan viral di media sosial. Penyebabnya, patung yang berlokasi di kawasan Ancol Taman Impian itu kini mengenakan 'kemben' karena bagian dadanya yang ditutup kain.

    Baca juga:
    Wisata Halal di DKI, Begini Konsepnya Menurut Sandiaga

    'Kemben' tampak dipaksakan karena tak artistik. Itu terlihat dari kain yang dililitkan sehingga satu lengan patung itu seperti terikat.

    Corporate Communication Manager Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari menjelaskan latar belakang perubahan penampilan patung itu. Menurutnya, manajemen menutup dada patung tersebut untuk alasan usaha perbaikan.

    "Ancol sedang berusaha menjadi taman hiburan dan liburan untuk keluarga," kata dia kepada Tempo, Senin, 25 Maret 2019.

    Baca:
    Soal Saham Bir, FPI Ancam Kerahkan Massa Seperti Demo Ahok

    Rika tidak berharap ada pertanyaan terkait perubahan pada patung tersebut dan kebijakannya. Ketika ditanya kemungkinan adanya paksaan atau protes dari pihak lain, Rika membantah.

    "Tidak ada paksaan. Tidak ada keharusan. Tidak ada tekanan dari pihak manapun," kata dia.

    Baca:
    Jual Saham Bir, Anies Bandingkan Saat DKI Tutup Hotel Alexis 

    Patung putri duyung putih yang kini mengenakan 'kemben' itu ramai diperbincangkan netizen. Sebagian mengungkap kemarahannya karena tak sepantasnya dilakukan pada sebuah patung yang merupakan karya seni.

    Atas pro dan kontra yang terpicu karena menutup bagian dada patung putri duyung Ancol itu dengan kain, Rika mengatakan tak mempermasalahkannya. "Kami menerima jika pilihan ini ada yang suka dan sebaliknya," kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.