Terancam Penjara 6 Tahun, Begini Pengakuan Pilot Garuda Palsu

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024.  REUTERS/Willy Kurniawan

    Pesawat Garuda Indonesia tipe Boeing 737 Max 8 yang terparkir di Garuda Maintenance Facility AeroAsia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, 13 Maret 2019. Garuda memesan 50 unit Boeing 737 Max 8 hingga 2024. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Tangerang - Pilot Garuda palsu, Alvin Aditya, yang ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen, mengaku membuat dokumen ID card Garuda Indonesia dari jasa online.

    Baca: Ditangkap, Pilot Garuda Gadungan Ternyata Seorang Mahasiswa

    "Yang bersangkutan memesan ID card Garuda melalui online," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Komisaris James Hutajulu Senin 25 Maret 2019.

    Begitu juga dengan proses pembuatan tanda pengenal pilot maskapai itu. Semuanya dilakukan secara online.

    "Yang bersangkutan mengirimkan data data dirinya sehingga dibuatlah ID Card palsu tersebut dan akhirnya digunakannya."

    Alvin juga mengaku membeli celana baju, topi dan atribut pilot Garuda melalui toko online. "Tapi dia mengaku baru pertama kali memakai pakaian pilot dan atributnya ini," kata James.

    Dari informasi itu, penyidik mengembangkan kasus pilot Garuda palsu ini dengan sasaran penyedia jasa pembuatan dokumen palsu online tersebut. "Pengembangan penyidikan kami ke arah itu (penyedia jasa)," kata James.

    Polisi telah menetapkan Alvin sebagai tersangka dalam pemalsuan dokumen tersebut. Pemuda 19 tahun yang berstatus sebagai mahasiswa ini langsung ditahan. 

    Polisi menjerat Alvin dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 6 tahun penjara.   

    Alvin Aditya ditangkap saat melewati pemeriksaan di Security Check Point 2 Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat siang pukul 11.45. Warga Serang Banten itu adalah penumpang Garuda Indonesia tujuan Semarang. 

    Baca: Polisi Ungkap Motif Pilot Garuda Palsu di Bandara Soekarno-Hatta

    Sebelum ditangkap, Alvin sempat mondar mandir di area Terminal dengan mengenakan seragam pilot lengkap dengan atribut, topi dan name tag Garuda Indonesia. Namun tingkah pilot Garuda palsu itu dipergoki seorang pilot Garuda Indonesia yang sedang libur dan melaporkannya ke pihak keamanan Bandara Soekarno-Hatta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.